kumparan
13 Februari 2020 11:44

Pemprov Jabar Imbau Murid SMA-SMK Tak Rayakan Valentine Demi Akhlak

Surat Imbauan untuk tidak merayakan Valentine Pemprov Jabar
Surat Imbauan untuk tidak merayakan Valentine yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Pemprov Jabar. Foto: Dok. Istimewa
Menjelang perayaan hari Valentine, Dinas Pendidikan Provinsi Jabar mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan agar murid sekolah setingkat menengah atas (SMA) maupun tingkat menengah kejuruan (SMK) tidak merayakan Valentine. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dewi Sartika.
ADVERTISEMENT
Melalui surat yang diterima kumparan, surat tersebut diterbitkan pada Selasa (11/2) lalu. Tujuan imbuan tak rayakan hari Valentine ialah agar murid memiliki akhlak yang mulia dan menghindari kegiatan yang bertentangan dengan norma agama.
Saat dikonfirmasi, Dewi membenarkan telah mengeluarkan surat imbauan tersebut. Dia pun mengimbau agar murid tetap mengikuti kegiatan belajar sebagaimana mestinya pada perayaan hari Valentine.
"Saya mengimbau peserta didik pada tanggal tersebut untuk mengikuti kegiatan belajar sebagaimana mestinya," kata dia Kamis (13/2).
Dewi menambahkan, alangkah baik bila murid mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan produktif. Namun, dia mengaku belum ada sanksi khusus yang diberikan kepada murid yang mengabaikan imbauan.
Ilustrasi Gedung Sate
Ilustrasi Gedung Sate. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
"Siswa diimbau untuk mengisi watu luang dengan kegiatan yang positif dan produktif serta menjaga diri dari kegiatan-kegiatan yang merugikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat," ucap dia.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, surat edaran juga dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung yang berisi larangan merayakan Valentine bagi murid tingkat dasar (SD) dan menengah pertama (SMP) di Bandung. Surat itu ditujukan pada kepala sekolah dan ditandatangani lalu dicap langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra membenarkan pihaknya sudah mengedarkan surat tersebut. Menurut dia, larangan merayakan Valentine bukan tahun ini saja dilakukan. Larangan bertujuan untuk mengantisipasi murid melakukan hal-hal yang tak patut saat hari Valentine.
PROFIT 3- Ilustrasi Valentine
Ilustrasi Valentine's Day. Foto: Pixabay
Selain itu, Cucu menambahkan, murid tingkat dasar dan menengah pertama masih dalam pencarian jati diri sehingga membutuhkan pengawasan. Lagipula, lanjut dia, Valentine tidak tidak sesuai dengan budaya dan norma agama yang berlaku di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan