Pemprov Jabar Luncurkan Aplikasi Anti-bullying, Guru & Murid Bisa Lapor

26 November 2022 16:18
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.  Foto: Dok. Arif Syamsul
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto: Dok. Arif Syamsul
ADVERTISEMENT
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi meluncurkan aplikasi Anti-bullying. Peluncuran itu disampaikan Ridwan Kamil saat menghadiri perayaan hari guru nasional dan HUT ke-77 PGRI ke-77 di Bandung Barat, Sabtu (26/11).
ADVERTISEMENT
Ridwan Kamil mengatakan, aplikasi tersebut menjadi alternatif dalam mitigasi perundungan di sekolah. Lewat aplikasi itu, guru dan murid dapat membuat laporan sehingga tak ada lagi kasus bullying yang viral dan terlambat ditangani.
"Langsung akan ditindak, tidak menunggu viral-viral dulu. Itulah cara Jabar melindungi anak didik calon penerus bangsa," kata Emil di HUT ke-77 PGRI di Bandung Barat.
Emil berharap tak lagi mendengar kasus bullying di lingkungan sekolah di Jawa Barat. Dia meminta guru agar selalu memantau siswa baik dari dalam atau di luar sekolah.
"Jadi guru di sekolah jangan hanya mengajarkan kurikulum saja. Cintai anak didiknya seperti anak sendiri. Kalau istirahat pulang sekolah, muter. Takutnya ada ngebully di jalan, di tikungan, di tempat istirahat, nitip ya," ujar Emil.
Ilustrasi perundungan (dibully) atau bullying. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perundungan (dibully) atau bullying. Foto: Shutterstock
Emil berharap lewat aplikasi Antibullying, selain mencegah perundungan, juga dapat membangun karakter berbasis kearifan lokal (budaya Sunda) dalam tubuh siswa.
ADVERTISEMENT
"Sukseskan Jabar Masagi: Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sunda yang sudah diuji oleh Kemendikbud yang akan dijadikan contoh pendidikan karakter se-Indonesia Raya," ucap Emil.

Minta Guru dan Siswa se-Jawa Barat Unduh Aplikasi Antibullying

Ridwan Kamil mengimbau baik guru maupun siswa se-Jawa Barat untuk mengunduh aplikasi Antibullying agar ikut berperan memberantas tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dedi Supandi mengatakan, aplikasi Antibullying diciptakan karena maraknya kasus perundungan di sekolah.
"Akhirnya dengan kondisi seperti itu harus dibuat aplikasi. Maka aplikasi sigesit juara ini seluruh siswa sekolah itu bisa melaporkan. Jika siswa enggan melaporkan, forum OSIS bisa melaporkan," ucap Dedi.
Dedi mengatakan, laporan tersebut nantinya dapat tersampaikan ke penanggung jawab guru hingga ke cabang-cabang Dinas Pendidikan di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
"Disdik akan memantau secara sistem. Apakah sudah selesai perkembangannya seperti apa, orang tua bisa melihat. Jadi kalau media menanyakan bisa melihat juga di situ," pungkasnya.
Beberapa waktu lalu, aksi perundungan siswa SMP Plus Baiturrahman, Kota Bandung, ramai di media sosial. Seorang siswa di-bully oleh teman sekelasnya.
Dalam video, tampak seorang siswa memasang helm pada korban. Kemudian secara bergantian pelaku menendang kepala korban hingga akhirnya korban terjatuh tidak sadarkan diri. Belakangan diketahui korban tidak sampai pingsan, hanya pusing. Pelaku dan korban merupakan teman dekat dan disebut sedang bercanda.
Orang tua korban sempat melaporkan aksi tersebut ke polisi. Belakangan laporan itu dicabut.
Reporter: Arif Syamsul Ma'arif
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020