News
·
29 Desember 2020 12:39

Pemprov Klaim Kesembuhan COVID-19 di Jabar Lebih Baik dari Nasional

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pemprov Klaim Kesembuhan COVID-19 di Jabar Lebih Baik dari Nasional (20187)
Dua orang tenaga kesehatan bersiap untuk melakukan tes cepat antigen kepada wisatawan yang akan mengunjungi Kebun Binatang atau Bandung Zoological Garden (Bazoga), Jawa Barat, Minggu (27/12/2020). Foto: RAISAN AL FARISI/ANTARA FOTO
Lonjakan kasus corona akibat libur Nataru diprediksi terjadi di berbagai daerah pada pekan kedua di bulan Januari mendatang. Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jabar Daud Achmad mengatakan pencegahan terjadinya lonjakan kasus secara signifikan dilakukan dengan pengawasan dan pengecekan.
ADVERTISEMENT
Misalnya, lanjut Daud, dengan melakukan pemeriksaan pengetesan menggunakan rapid test antigen menyasar pelaku perjalanan wisata. Imbauan terus digalakkan agar masyarakat berdiam diri di rumah dan tak keluar rumah bila memang tak ada kepentingan mendesak.
"Meningkatkan pengawasan dan pengecekan kepada masyarakat pelaku perjalanan misalnya pemeriksaan hasil rapid antigen atau PCR negatif yang berlaku H-3," kata dia melalui pesan singkat, Selasa (29/12).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar Berli Hamdani mengatakan, pencegahan yang dilakukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Jabar sudah maksimal. Dia kemudian mencontohkan pengendalian pada bulan Oktober lalu dan Pilkada. Angka kasus terkendali.
Jika pun ketika itu ada penambahan kasus, lanjut Berli, maka dipastikan adalah kasus lama yang tercampur dengan kasus baru. Misalnya, apabila ada penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 900 maka 500-nya merupakan kasus lama.
ADVERTISEMENT
"Proporsi kasus lama sekitar 50-60 persen penambahan kasus," ucap dia.
"Selain itu juga rasio kesembuhan yang semakin baik dan saat ini lebih baik dari nasional, kematian jauh lebih rendah dari nasional seperti yang disampaikan dalam Rakor Komite Kebijakan PC-PEN Jabar kemarin sore," pungkas dia.