Pemuda 21 Tahun Asal Lombok yang 'Terjebak' di Tubuh Balita Masih Pakai Popok

26 Agustus 2020 15:55
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pemuda 21 Tahun Asal Lombok yang 'Terjebak' di Tubuh Balita Masih Pakai Popok  (55645)
zoom-in-whitePerbesar
Muzakkir, pemuda 21 tahun terjebak di tubuh balita yang hingga kini masih memakai popok. Foto: kumparan
Muzakkir, pemuda berusia 21 tahun asal Dusun Pidade, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, memiliki kelainan fisik. Badannya seolah terjebak di dalam tubuh seorang balita. Bahkan, Muzakkir masih harus menggunakan popok bayi saban hari. Hal ini dikarenakan Muzakkir terkadang masih tak bisa mengendalikan buang airnya. "Jadi kalau mau apa-apa Muzak (sapaan Muzakkir) hanya bisa menunjuk saja. Kadang kita bingung. Dia tiba-tiba nangis," ujar Giman, kakek Muzakkir, saat ditemui di rumahnya, Rabu (26/8).
Pemuda 21 Tahun Asal Lombok yang 'Terjebak' di Tubuh Balita Masih Pakai Popok  (55646)
zoom-in-whitePerbesar
Muzakkir (kanan), pemuda berusia 21 tahun di Lombok yang terjebak di tubuh balita. Foto: Dok. Istimewa
Giman mengatakan, pola dan perilaku Muzakkir meski usianya sudah 21 tahun layaknya seorang balita. Muzakkir tak bisa bicara. Cara berkomunikasinya layaknya seorang balita yang hanya bisa menangis dan tersenyum.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut Giman mengatakan, Muzakkir sudah sering dibawa ke rumah sakit umum daerah di kotanya. Namun, dia tak mengetahui persis apa nama penyakit yang diderita oleh cucunya itu.
Lahir pada 1 September 1999, seharusnya Muzak tumbuh besar layak pria dewasa pada umumnya. Kini, Giman mengurus cucunya itu dibantu dengan saudara-saudara lainnya. Sementara itu orang tua Muzakkir, Junaidi (48) dan Murah (47), merantau sebagai pekerja migran di negeri seberang.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020