kumparan
search-gray
News5 Juli 2019 5:54

Penembakan Pos Polisi di Kulon Progo yang Masih Menyisakan Misteri

Konten Redaksi kumparan
Peluru gotri, Kulon Progo
Peluru gotri yang ditemukan di Pos Polisi Kulon Progo. Foto: Dok. Istimewa
Kaca Pos Polisi Siluwok di Jalan Nasional Wates-Purworejo, tepatnya di Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (4/7) ditemukan berlubang. Lubang tersebut diduga akibat penembakan yang dilakukan orang tak dikenal.
ADVERTISEMENT
Seorang warga sekitar, Marsono, menyampaikan peristiwa penembakan Pos Polisi Siluwok diperkirakan terjadi pukul 04.00 WIB. Saat kejadian, pria yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut sedang mangkal di belakang pos polisi menanti penumpang yang biasanya turun dari bus malam.
Namun dini hari itu, bukan penumpang yang dilihatnya. Dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor sport melintas dari arah Purworejo menuju ke Yogyakarta.
"Tiba-tiba orang itu balik dan di depan pos terdengar suara benturan 'prak' yang cukup keras," ungkap Marsono. "Saya kaget suaranya 'prak' keras sekali".
Usai melakukan penembakan, kedua orang terduga pelaku tersebut langsung tancap gas ke arah Purworejo. Meski tak menggunakan helm, Marsono tidak bisa melihat secara wajah pelaku karena masih gelap. Ia hanya ingat ciri-ciri pelaku berbadan kecil dan mengenakan jaket berwarna gelap.
ADVERTISEMENT
Marsono yang ketakutan lantas membangunkan pemilik bengkel yang berada di sebelah pos polisi. Keduanya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pengasih.
Polisi yang melakukan olah TKP menemukan amunisi berupa 1 butir gotri tak jauh dari pos polisi, hanya sekitar 5 meter. Kapolres Kulon Progo AKBP Anggara Nasution mengatakan kaca pos polisi tersebut bolong dengan diameter tak lebih dari 1 cm.
"Saya datang ke sana, saya laksanakan pemantauan, itu peluru gotri yang kita temukan. Dugaan saya dari airgun. Jumlahnya satu peluru, satu lubang tembakan kecil di kaca pos polisi. Bolong kecil, tidak sampai 1 cm," ujar Anggara saat dihubungi wartawan, Kamis (4/7).
Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo
Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Sementara itu, Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo menduga airgun yang digunakan pelaku sudah dimodifikasi sehingga bisa menggunakan peluru gotri.
ADVERTISEMENT
"Pelurunya peluru gotri. Efeknya daya pegasnya bisa menghantar untuk menjadikan barang jadi kayak tertembak. Kemudian airgun ini ternyata sudah tidak menggunakan peluru aslinya atau kita temukan proyektilnya gotri, gotri kita temukan di luar pos polisi," ujar Hadi kepada wartawan di Kulon Progo, Kamis (4/7).
Polisi akan menggandeng Perbakin guna mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku. "Nanti akan kami tanyakan kepada teman-teman Perbakin kalau peluru ini atau senjatanya ini bagaimana mematikan atau tidak," ujarnya.
Hadi menjelaskan pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di dekat lokasi kejadian. Hal tersebut dilakukan guna memburu pelaku penembakan.
Namun, teror tak hanya terjadi di Kulon Progo. Dua lokasi di wilayah Magelang, Jawa Tengah, dilempar molotov oleh orang tak dikenal, pada Rabu (3/7) malam. Lokasi pertama halaman belakang kantor Laka Lantas Polres Magelang. Lokasi kedua di depan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang.
ADVERTISEMENT
“Terjadi di dua tempat, di depan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang, dan kantor Laka Lantas (Polres Magelang),” kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Madhi, Kamis (4/7/2019).
Hingga kini, kasus pelemparan bom molotov di Magelang masih didalami oleh penyidik Reskrim Polres Magelang Kota. Belum diketahui sosok yang bertanggung jawab atas aksi pelemparan molotov tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white