News14 Mei 2020 19:47

Pengacara Sebut ABK WNI yang Meninggal Tak Ada Penyakit Menular

Konten Redaksi kumparan
Pengacara Sebut ABK WNI yang Meninggal Tak Ada Penyakit Menular (80014)
Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/5'). Foto: ANTARA FOTO/Hasnugara
Seorang WNI yang berada di kapal Long Xing 629 disebut meninggal karena penyakit menular. Anggapan itu dibantah oleh kuasa kuasa hukum 14 ABK WNI yang diduga diperbudak di kapal berbendera China itu.
ADVERTISEMENT
Kuasa hukum dari para WNI itu, Pahrur Dalimunte, menyebut saat ini 14 ABK yang berhasil kembali ke tanah air tak terindikasi terjangkit penyakit menular. Padahal mereka bekerja di kapal yang sama dari WNI asal Medan yang meninggal di atas kapal Long Xing.
"Sampaikan bahwa di luar ini mengatakan penyakit menular. Sampai detik ini tidak ada satu pun pemeriksaan ABK dan yang meninggal (1 jenazah WNI) itu menyatakan bahwa ini penyakit menular," kata kuasa hukum ABK WNI di Kapal Long Xing 629, Pahrur Dalimunte, dalam diskusi bertajuk 'Perlindungan ABK Indonesia di Kapal Ikan Asing' yang diselenggarakan Indonesia Ocean Justice Initiative secara daring, Kamis (14/5).
Pengacara Sebut ABK WNI yang Meninggal Tak Ada Penyakit Menular (80015)
Para ABK WNI yang dipulangkan dari Busan, Korea Selatan. Foto: Dok. Istimewa
"Yang meninggal di Busan yang kemudian di bawa ke Medan itu clear tidak ada penyakit menular," sambung dia.
ADVERTISEMENT
Pahrur kemudian mengungkapkan fakta dari hasil pendalamannya, bahwa di kapal tersebut memang sempat terjadi dua termin para ABK terserang penyakit.
Pertama, pada November 2019 ada lima orang terkena penyakit sesak napas dan badan bengkak. Kemudian pada periode kedua yang tak ia rinci waktunya, ada empat orang yang kemudian terserang penyakit.
"Ternyata apa penyebabnya? Bagaimana makan di atas kapal Nyatanya terjawab karena mereka itu makan umpan ikan berbau, kemudian ayam sayur, mayur di kapal itu sudah ada di kapal sejak berangkat," kata dia.
"Dan itu beda dengan makanan orang China makanya kapal, ini kembali orang China di atas kapal tidak ada satu pun kena penyakit. Kalau penyakit menular tentu mereka juga kena," sambung dia.
ADVERTISEMENT
Pahrur merinci bahwa makanan yang diterima oleh ABK banyak yang kadaluarsa. Bahkan obat yang diberikan kapten kapal saat pada WNI sakit pun sudah kedaluarsa.
"Beberapa yang kena (penyakit) pertama itu minta tolong kami dibawa ke rumah sakit dekat Samoa, tidak dihiraukan oleh kapten. Sementara dari ABK ini punya satu pun koneksi hubungan ke mana pun baik keluarga Pemerintah dan sebagainya," ujarnya.
"Jadi jangan sampai penyakit menular itu dibawa-bawa lagi. Karena faktanya tidak ada," pungkasnya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
******
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white