Pengalaman Korban 'Rem Berasap', Modus Lama Bengkel di Puncak

31 Oktober 2023 13:03 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
AS pemilik bengkel di Puncak yang dikeluhkan pengunjung. Dok: Ist.
zoom-in-whitePerbesar
AS pemilik bengkel di Puncak yang dikeluhkan pengunjung. Dok: Ist.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Berita Bengkel di Puncak yang Pakai Modus Rem Berasap Didatangi Polisi, yang tayang di kumparan pada 30 Oktober 2023, menjadi salah satu berita yang menarik perhatian pembaca.
ADVERTISEMENT
Kolom komentar pun dipenuhi ucapan para pembaca yang mengetahui modus bengkel tersebut. Ada juga pembaca yang menceritakan pengalamannya.
Modus bengkel tersebut, menurut pembaca, bahkan sudah terjadi sejak 1995-1996.

Pengalaman Aditia

Ternyata awak kumparan pun pernah menjadi korban bengkel ini, bahkan sampai keluar Rp 700 ribu untuk membeli kampas rem.
"Waktu itu tahun 2015, kejadian jam 9 pagi di sekitar Taman Bunga (Puncak)," kata Aditia Noviansyah, jurnalis foto kumparan, Selasa (31/10).
ADVERTISEMENT
Kala itu Aditia bersama temannya mengendarai mobil Nissan Livina. Tiba-tiba ada pemotor yang menunjuk-nunjuk roda kiri sambil bilang "itu berasap!".
Saat dicek, memang ban sudah berasap.
Aditia pun ke bengkel yang tepat berada di depannya. Pihak bengkel pun langsung membongkar roda, mengganti kampas rem seharga Rp 700 ribu.
"Yang mencurigakan, saya pegang roda dan pelek saya, ada semacam cairan lengket seperti oli," kata Aditia.

2023 Terjadi Lagi, Tidak Ditindak

Saat polisi mendatangi bengkel di Puncak yang dikeluhkan pengunjung. Dok: Ist.
Polisi mendatangi bengkel tersebut pada Sabtu (28/10) gara-gara modus bengkel ini diviralkan. Pemilik bengkel berinisial AS (55 tahun) mengakui menangani mobil yang kemudian viral itu.
Namun, ia membantah telah melakukan kelicikan.
"Iya, Sabtu kemarin (pekan kemarin), siang. Kondisi mobilnya ngebul (berasap), ban depan roda kiri. (Mobil) ke bengkel minta dicek, saya cek, kan. Kalau (pemilik mobil) enggak nyuruh, enggak mungkin (saya) ngecek," kata AS.
ADVERTISEMENT
"Saya pasang lagi, enggak ada yang diganti, enggak ada biaya. Berapa ongkosnya, saya bilang enggak apa-apa, minyak rem saya kasih. Saya enggak enak dengan video ini, saya enggak terima," ujar AS.

Kata Polisi

Saat polisi mendatangi bengkel di Puncak yang dikeluhkan pengunjung. Dok: Ist.
"Kami telah klarifikasi ke bengkel dan membenarkan bahwa memang ada kejadian tersebut. Ada (mobil Toyota) Avanza warna putih karena alasan trouble ban depan sebelah kiri mengeluarkan asap, diterima di bengkel ini dan dilakukan pemeriksaan dan dibongkar," kata KBO Satlantas Polres Cianjur, Iptu Romi, Sabtu (28/10).
"Keterangan pemilik bengkel dan mekaniknya, memang ada masalah di ban depan. Ada gangguan lalu dibersihkan. Namun, tidak ada yang diganti. Keterangan mekanik, untuk (biaya) jasa tidak ada paksaan," ujarnya.
"Kalau ada kendaraan yang trouble dan harus dicek, ke pemiliknya dikoordinasikan dulu, mana yang harus dan tidak, yang rusak apa. Sebelum diizinkan jangan dibongkar tanpa seizin pemilik atau pengemudi kendaraan," kata Romi kepada pihak bengkel.
ADVERTISEMENT
Romi berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali karena bisa berdampak terhadap citra Puncak sebagai kawasan wisata.