Pengunggah Video Bayi Meninggal karena Harus Rapid Test di Blora Minta Maaf

10 September 2020 10:00
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pengunggah Video Bayi Meninggal karena Harus Rapid Test di Blora Minta Maaf  (52973)
zoom-in-whitePerbesar
Permintaan maaf akun Facebook yang unggah video bayi meninggal karena rapid tes di Blora. Foto: Dok. Istimewa
Pengunggah video bayi yang meninggal karena harus menjalani rapid test sebelum dirawat dokter di Blora, Jawa Tengah, minta maaf. Akun Facebook Burhan F-four itu menyampaikan permintaan maafnya melalui grup BERITA JAWA TENGAH, pada Rabu (9/9) malam.
ADVERTISEMENT
Dalam status unggahannya, ia mengatakan siap menjalani konsekuensi hukum apabila kedapatan mengunggah postingan yang merugikan sejumlah pihak.
Ia mengaku kurang memahani soal medis dan tidak berada di lokasi serta tidak melihat secara langsung apa yang terjadi dengan video tersebut.
Berikut adalah pernyataan lengkap permintaan lengkap pengunggah video: Saya atas nama Burhan Udin pemilik akun resmi ini yang telah mengunggah atau memposting video keponakan saya yag sempat viral di medsos pada tanggal 8 september 2020 di daerah Jawa Tengah Kab. Blora Cepu. Yang mengeluhkan soal rapid tes .Apabila postingan sya tersebut mencemarkan nama baik atau merugikan pihak tertentu. Saya sendiri meminta maaf yang sebenar-benarnya karena saya salah persepsi kurang mengerti soal medis dan tidak berada di lokasi dan melihat secara langsung kejadiannya seperti apa. Sekali lagi saya minta maaf dan siap menjalani proses sidang bila saya kedapatan memposting lagi yag mencemarkan nama baik pihak tertentu.
Pengunggah Video Bayi Meninggal karena Harus Rapid Test di Blora Minta Maaf  (52974)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Blora. Foto: Dok. Istimewa
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora, Henny Indriyanti, mengatakan bayi tersebut berusia empat bulan, asal Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora.
ADVERTISEMENT
"Ternyata setelah dicek ulang teman-teman, kasus ada di PKU Cepu," kata Henny kepada wartawan Rabu (9/9).
Henny menyebut, bayi itu dilayani dengan baik dan sudah diperiksa. Sehingga kabar bahwa bayi itu meninggal karena harus rapid test terlebih dahulu sebelum dilakukan penanganan medis tidak benar.
"Sudah di-rapid tes, hasilnya non-reaktif. Ditangani sekalian kemudian dicek," tambahnya.
Ia menambahkan, kondisi bayi yang ada di rekaman video itu sudah cukup lama sakit. Bayi tersebut meninggal dunia setelah mengalami sakit panas dan muntah-berak diduga karena kekurangan cairan.
Pada Selasa (8/9) akun Facebook bernama Burhan F-four mengunggah video bayi yang disebut meninggal karena harus melakukan rapid test sebelum dirawat. Pengunggah mengaku bayi itu merupakan keponakannya yang berasal dari Kota Cepu. Akan tetapi, unggahan tersebut telah dihapus.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020