Peninggalan Habibie di Ruang Kerjanya di PT DI: Lukisan hingga Sajak

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Negara Riset dan Teknologi Prof.Dr.Ing B.J. Habibie mengatakan kepada tamunya Menteri Perdagangan dan Industri Finlandia Esko Ollila, pesawat Helikopter dan pesawat CN235 hasil produksi pabrik Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang dikerjakan putra-putri Indonesia dalam suatu pertemuan Rabu pagi di Gedung BPP Teknologi Jakarta. dalam pertemuan itu Menteri Ollila dan rombongan disertai Duta Besar Finlandia di Jakarta (26/1/1983). Foto: ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Negara Riset dan Teknologi Prof.Dr.Ing B.J. Habibie mengatakan kepada tamunya Menteri Perdagangan dan Industri Finlandia Esko Ollila, pesawat Helikopter dan pesawat CN235 hasil produksi pabrik Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang dikerjakan putra-putri Indonesia dalam suatu pertemuan Rabu pagi di Gedung BPP Teknologi Jakarta. dalam pertemuan itu Menteri Ollila dan rombongan disertai Duta Besar Finlandia di Jakarta (26/1/1983). Foto: ANTARA FOTO

Presiden ke-3 RI BJ Habibie wafat dalam usia 83 tahun, pada Rabu (11/9), di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Sosok yang identik dengan teknologi penerbangan itu memiliki banyak kenangan manis di PT. Dirgantara Indonesia (DI).

Habibie merupakan pendiri dari industri pesawat tersebut. Pantauan kumparan, terdapat beberapa foto yang dipasang di dinding Kantor PT. Dirgantara Indonesia.

Selain itu, tepat di depan meja kerja Habibie terdapat sebuah lukisan menarik yang terpasang. Dalam lukisan terlihat seorang pria mirip sosok Habibie berkemeja biru tanpa sedang menatap pada dua buah helikopter. Di bawah helikopter tersebut, terlihat pula Candi Borobudur.

Ruang istirahat BJ Habibie di Ops. Room Gedung Pusat Manajemen (GPM) PT Dirgantara Indonesia (DI). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Dirut PT.Dirgantara Indonesia, Elfien Goentoro mengatakan, lukisan tersebut merupakan pemberian dari pelukis kenamaan Basuki Abdullah untuk Habibie yang merupakan sosok penting dalam industri pesawat terbang di Indonesia.

"Lukisan ini yang menggambarkan semangat dari Pak Basuki Abdullah yang diperuntukkan kepada Pak Habibie di mana dia adalah sosok pengembang industri dirgantara Indonesia," kata dia di Kantor PT. Dirgantara Indonesia, Kota Bandung, Kamis (12/9).

Lukisan potret BJ Habibie karya Basuki Abdullah yang dipajang di Kantor PT Dirgantara Indonesia Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Namun demikian, Elfien tidak dapat menjelaskan secara rinci pesan yang hendak disampaikan oleh Basuki melalui lukisannya tersebut. Selain lukisan, ada pula sebuah sajak yang ditempatkan dalam bingkai foto dan dipasang di dinding dekat ruang rapat.

Sajak tersebut ditulis tangan langsung oleh Habibie di dua helai kertas pada tanggal 5 November 1994 pukul 15.38 WIB. Sajak itu dipersembahkan bagi generasi penerus dan disampaikan pada acara roll out pesawat N 250 tanggal 10 November 1994 di Bandung.

Menurut Coorporate Secretary PT. Dirgantara Indonesia Irlan Budiman membenarkan bila sajak itu ditulis tangan secara langsung oleh Habibie untuk pesawat N 250.

"Iya benar itu tulisan tangan Pak Habibie tahun 94 persembahan untuk pesawat N 250," ungkap dia.

Sajak yang ditulis Habibie sebagai persembahan untuk N250 di PT Dirgantara Indonesia (DI). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Adapun bunyi dari puisi tersebut ialah sebagai berikut:

Padamu ibu pertiwi

Padamu Pahlawan

Padamu pejuang

Dikenal maupun tidak dikenal

Terimalah persembahan kami Generasi penerus

Karya kami

Teknologi canggih

Ummat manusia

Kami kuasai

Kami miliki

Kami kembangkan

Kami kendalikan

Mandiri... bagimu ibu pertiwi

Meneruskan perjuangan

Masyarakat Indonesia

Adil dan makmur

Berdasarkan Pancasila

UUD-45

Pembangunan

Berkesinambungan

Dengan semangat

Tekad

Tak kenal lelah

Tak kenal menyerah

Semangatmu

Pahlawan, pejuang bangsa

Di bumi Indonesia

Di alam baka

Kami lanjutkan

Sepanjang masa