News
·
22 November 2020 20:58

Penjelasan Kodam Jaya soal Wanita di Ranpur saat Tertibkan Baliho Habib Rizieq

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Penjelasan Kodam Jaya soal Wanita di Ranpur saat Tertibkan Baliho Habib Rizieq (49883)
Kendaraan taktis TNI yang diturunkan untuk patroli pengamanan dan pencabutan spanduk tidak berizin di Jakarta, Jumat (20/11). Foto: Livia Kristianti/ANTARA
Sebuah video rombongan TNI yang akan menurunkan baliho Habib Rizieq viral di media sosial. Bukan karena kegiatannya, tapi karena ada wanita berbaju kotak-kotak yang menumpang di salah satu kendaraan tempur (Ranpur) Anoa milik TNI AD.
ADVERTISEMENT
Salah seorang pengguna Twitter dengan akun @85albasrihasan merasa heran dengan pemandangan itu. Ia mempertanyakan keberadaan wanita tersebut. Sebagian pihak mengaitkan wanita itu dengan pendukung Jokowi dan Ahok.
Kapendam Jaya Letkol Arh Herwin Budi Saputra buka suara terkait peristiwa yang terjadi pada Jumat (20/11) tersebut. Ia menjelaskan wanita itu ialah wartawan dalam kapasitas meliput kegiatan TNI yang akan menurunkan baliho Rizieq Syihab.
Penjelasan Kodam Jaya soal Wanita di Ranpur saat Tertibkan Baliho Habib Rizieq (49884)
Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin Budi Saputra Foto: Dok. Puspen TNI
"Di sini saya harus segera meluruskan pemberitaan tersebut, agar tidak menimbulkan kecurigaan dan kegaduhan tentang kenapa ada seorang wanita berbaju kotak-kotak ada di atas Ranpur TNI saat pelaksanaan penertiban baliho HRS," kata Herwin dalam keterangannya, Minggu (22/11).
Wanita yang berada di atas Ranpur TNI Anoa tersebut adalah seorang jurnalis dari media online nasional jadi tidak perlu membawa alat kamera foto maupun kamera video dalam membuat suatu pemberitaan.
--Kapendam Jaya Letkol Herwin
Dalam kegiatan tersebut, wanita tersebut bukan satu-satunya sipil yang menumpang di Ranpur TNI. Herwin mengatakan dalam rombongan ada 7 jurnalis yang ikut meliput kegiatan penurunan baliho Rizieq di sejumlah jalan protokol tersebut.
ADVERTISEMENT
"Satu Ranpur TNI dinaiki 3 orang jurnalis dari kontributor CNN TV, Wartakota dan Genpi.com, yang naik di ranpur TNI satunya dinaiki oleh 4 orang jurnalis dari LKBN Antara, Medcom.id, Koran Lampu Hijau dan kontributor dari Indosiar," kata Herwin.
Herwin berharap dengan penjelasan ini berita yang beredar tidak simpang siur lagi. Serta bisa menghapus kecurigaan yang ada di masyarakat terkait video yang beredar tersebut.
"Banyak yang curiga dan mempertanyakan mengapa warga sipil bisa naik panser yang ingin menurunkan spanduk dan baliho HRS, di sini saya nyatakan wanita tersebut adalah seorang jurnalis," tutup Herwin.