kumparan
News18 Maret 2020 23:15

Penjelasan Sudin Pertamanan Jaksel soal Viral Foto TPU Ditutup karena Corona

Konten Redaksi kumparan
Ancaman Krisis Makam, Jakarta
Tempat pemakaman umum di Jakarta terancam krisis lahan makam 1,5 tahun lagi atau pada 2019. Foto: Helmi/kumparan
Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sejumlah fasilitas publik untuk menekan potensi penularan virus corona. Salah satunya menutup tempat pemakaman umum (TPU).
ADVERTISEMENT
Namun, beredar secara viral foto yang menunjukkan spanduk atau papan pemberitahuan yang menginformasikan TPU ditutup hingga 30 Maret 2020.
Kasudin Pertamanan dan Kehutanan Kota Jakarta Selatan, Winarto, buka suara terkait foto yang beredar. Dia menyebut ada kekeliruan dalam informasi spanduk yang dipasang di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Pemasangan spanduk penutupan TPU
Pemasangan spanduk penutupan TPU di Jakarta. Foto: Dok. Istimewa
Dia menjelaskan, penutupan itu bukan untuk menutup fasilitas pemakaman bagi warga yang meninggal. Namun yang ditutup hanya pelayanan perpanjangan IPTM (Izin Penggunaan Tanah Makam).
"Maksud sebenarnya adalah, pelayanan perpanjangan IPTM dihentikan sementara sampai 30 Maret karena layanan interaksi tatap muka dikurangi secara signifikan," ujar Winarto saat dikonfirmasi, Rabu (18/3).
Sementara untuk pelayanan pemakaman, tetap berjalan dengan normal. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir.
ADVERTISEMENT
"Pelayanan pemakaman jenazah tetap berjalan normal, pemakaman baru maupun pemakaman tumpang tetap berjalan biasa," jelasnya.
Makam Keluarga Dody
Makam (ilustrasi). Foto: Ainul Qalbi/kumparan
Sementara foto spanduk di TPU Tanah Kusir yang beredar tersebut telah dicabut. Pihaknya akan mengganti dengan informasi yang sesuai.
"Spanduk yang viral karena bertuliskan “Taman Pemakaman Umum ditutup Sementara” di lokasi TPU Tanah Kusir JakSel terdapat kekeliruan penulisan redaksi, sehingga masyarakat mengartikan tidak seperti apa yang di maksudkan," kata dia.
"Hari ini 18/3/2020 Spanduk telah dicabut oleh Petugas TPU Tanah Kusir dan akan dipasang kembali dengan redaksi yang disesuaikan," lanjutnya.
Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi kegiatan ziarah. Tujuannya untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan