Penjelasan Wali Kota Soal Faktor Penyebab Bandung Masuk Zona Merah Corona

Kota Bandung masuk ke dalam zona merah sebaran corona di Jawa Barat. Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, mengungkap sejumlah faktor yang menjadi penyebab masuknya Kota Bandung ke dalam zona merah corona.
Faktor pertama ialah indikator skor zona risiko yang menunjukkan Kota Bandung berada di angka 1,7.
Selain itu, Oded mengatakan, data yang diperoleh oleh Satgas terhitung sejak tanggal 22 November hingga 2 Desember menunjukkan penambahan jumlah kasus harian terkonfirmasi positif. Adapun total konfirmasi positif di Kota Bandung berjumlah 3.763.
Di sisi lain, menurut Oded, persentase kesembuhan di Kota Bandung menurun hingga 9,85 persen. Sedangkan, angka kematian pasien yang terinfeksi oleh virus corona menurun 0,73 persen. Dia tak merinci penurunan angka yang dimaksud.
"Persentase angka kesembuhan di Kota Bandung menurun hingga ke poin 73,5 persen, turun sebesar 9,85 persen dari sebelumnya," ucap dia.
Oded mengatakan, penambahan kasus positif di Kota Bandung disebabkan tes secara masif yang dilakukan di berbagai wilayah.
Penambahan kasus juga disebabkan protokol kesehatan yang diterapkan oleh warga Bandung menurun dan libur panjang pada bulan Oktober lalu. Klaster perkantoran dan keluarga pun bermunculan hingga mengakibatkan kasus positif meningkat.
Mulai dibukanya aktivitas sosial dan ekonomi, sehingga menimbulkan tingginya interaksi dan pergerakan orang. Meningkatnya kasus dari klaster perkantoran dan tempat kerja yang berdampak pada penularan di lingkungan keluarga.
-Wali Kota Bandung Oded M Danial
Sebelumnya diberitakan, Kota Bandung menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB secara Proporsional usai ditetapkan masuk ke dalam zona merah sebaran corona. PSBB Proporsional diterapkan melalui pembatasan operasional dan kapasitas di berbagai sektor yang telah direlaksasi.
