Astra-Profil-Pemenang-Pin-L1080827b.jpg
28 Mei 2020 15:51

Pentingnya Kebersihan, Mohammad Afifi Gagas Pesantren Sehat

Pentingnya Kebersihan, Mohammad Afifi Gagas Pesantren Sehat (139081)
com-Mohammad Afifi Romadhoni, penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Indonesia Awards 2019. Foto: Dok Astra
Adanya ungkapan ‘pengalaman mengajarkan segalanya’ itu adalah benar. Ungkapan itu sejalan dengan perjuangan Mohammad Afifi Romadhoni yang menggagas gerakan bernama Gerakan Pesantren Sehat (GPS).
Dokter kelahiran kelahiran Muara Enim, 13 Maret 1992 ini mendirikan gerakan yang dapat digunakan sebagai kendaraan edukasi akan pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pesantren. Bagi Afif, selama mengemban pendidikan di pesantren, ia merasa kesadaran santri mengenai kesehatan belum banyak berkembang.
Selama tinggal bersama santri lain di pesantren. Afif merasa, jika ada satu murid yang sakit, besar kemungkinan penyakit itu akan menular ke banyak orang. Tak hanya itu saja, Benda-benda yang harusnya dipakai secara terpisah -seperti sabun, sikat gigi dan handuk- bisa saja masih dipakai beramai-ramai.
Penyakit kulit juga bukan hal baru di dalam pesantren. Bahkan ada anggapan bahwa seorang santri belum seutuhnya jadi santri jika belum pernah terkena panu. Inilah alasan Afif keluar dari pesantren.
Pengalaman selama di pesantren inilah yang membuatnya ingin melanjutkan pendidikan menjadi mahasiswa kedokteran untuk mengedukasi banyak masyarakat pentingnya kebersihan. Ya, hal itu dibuktikan Afif, setelah lulus dari sekolah kedokteran, ia bersama teman-temannya membentuk Gerakan Pesantren Sehat (GPS).
Menurutnya, kebersihan adalah sebagian dari pada iman yang mencerminkan ajaran agama. Bersama teman-temannya, Afif pun mendatangi pondok pesantren untuk memberikan penyuluhan kesehatan, berbagi informasi seputar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bersama santri, berdiskusi lewat tanya jawab hingga membuat kegiatan dokter pesantren (doktren) laiknya dokter cilik di sekolah dasar sebagai agen kesehatan.
Gerakan GPS ini difokuskan untuk pesantren yang masih tradisional, berbeda dari pesantren modern yang banyak ditemui di pulau Jawa. GPS juga memiliki program Sharing Class Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cerita Santri (CS), kegiatan refleksi, dan mentoring berbagi masalah dan mencari solusi.
Selain soal kebersihan, ada juga program Pesantren Tanpa Rokok (Patok), Book4Santri (Buku untuk Santri) pengumpulan donasi, dan sumbangan buku bekas layak baca. Kemudian setiap bulan Ramadhan ada kegiatan Setara (Santri Sehat Ramadhan Berkah) melalui pengumpulan donasi. Ada pula A day with Lansia, aksi sosial dan gerakan peduli lansia di lingkungan Wisma Tresna Werdha. Belajar menjadi pembawa acara, menjadi kakak yang mendengarkan para santri, maupun kemampuan untuk berbicara di depan orang banyak.
Rupanya program Afif disambut baik oleh masyarakat. Terbukti, anggota GPS saat ini sudah berjumlah 73 orang yang bergantian melakukan pembinaan di lima pesantren.
Mimpi besar serta dedikasi Afif melalui GPS untuk masyarakat inilah yang membawanya menjadi peraih penghargaan Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Indonesia Awards 2019 di bidang kesehatan. Program SATU Indonesia Awards adalah sebuah penghargaan yang telah hampir 11 tahun memberikan apresiasi terhadap anak muda yang ikut berkontribusi mensejahterakan dan memajukan masyarakat sekitarnya.
Tak hanya Afif, Anda juga bisa menjadi bagian dari generasi muda selanjutnya yang dapat menginspirasi dan membawa perubahan serta manfaat bagi banyak orang.
Sudah siapkah Anda berkontribusi bagi Tanah Air? Daftarkan diri kamu atau kelompokmu yang sudah ikut berkontribusi baik di bidang seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, atau teknologi dalam ajang SATU Indonesia Awards 2020. Pendaftaran sudah dibuka dari 2 Maret hingga 2 Agustus 2020. Silahkan klik di sini untuk informasi lebih lanjut.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Astra International.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white