Perahu Migran Tenggelam di Yaman: 39 Tewas, 150 Hilang

11 Juni 2024 16:38 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal tenggelam. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal tenggelam. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sebuah perahu yang membawa lebih dari 200 migran tenggelam di lepas pantai Yaman, Selasa (11/6). Menurut salah satu agensi PBB, sedikitnya 39 orang tewas dalam bencana di jalur migrasi berbahaya Afrika itu.
ADVERTISEMENT
“Insiden tragis di lepas pantai #Yaman: Kapal yang membawa 260 migran tenggelam kemarin. 39 tewas, 150 hilang, 71 selamat,” kata Organisasi Internasional untuk Migrasi di X, mengacu pada tenggelamnya kapal pada Senin (10/6), seperti dikutip dari Reuters.
Belum ada rincian mengenai kewarganegaraan para korban migran tersebut.
Setiap tahunnya, puluhan ribu migran dari Tanduk Afrika berangkat melintasi Laut Merah untuk mencapai negara Teluk yang kaya minyak. Mereka kabur untuk menghindari konflik, bencana alam, atau prospek ekonomi yang buruk.
Pada April lalu, dua kapal tenggelam di lepas pantai Djibouti hanya dalam waktu dua minggu. Insiden itu menyebabkan puluhan orang tewas.
IOM mengatakan, pada saat itu pihaknya mencatat total 1.350 kematian di jalur migrasi sejak 2014, belum termasuk tahun ini.
ADVERTISEMENT
Pada 2023 saja, IOM mendokumentasikan setidaknya 698 kematian di rute tersebut, termasuk 105 orang hilang di laut.
“(Kami) memberikan bantuan segera kepada para korban yang selamat,” tutur IOM.
Warga Yaman mengungsi di perbatasan dengan Arab Saudi pada 11 Maret 2019. Foto: Essa Ahmed/AFP
Para migran yang berhasil mencapai Yaman seringkali menghadapi berbagai sikap yang mengancam keselamatan mereka. Negara termiskin di Semenanjung Arab ini telah terperosok dalam perang saudara selama satu dekade.
Banyak di antara mereka yang berusaha mencapai Arab Saudi dan negara-negara Teluk Arab lainnya agar dapat bekerja sebagai buruh atau pekerja rumah tangga.
Pada Agustus 2023, Human Rights Watch menuduh penjaga perbatasan Saudi membunuh setidaknya ratusan warga Ethiopia yang mencoba menyeberang ke kerajaan Teluk dari Yaman antara Maret 2022 dan Juni 2023. Mereka menggunakan senjata peledak dalam beberapa kasus.
ADVERTISEMENT
Riyadh menolak temuan kelompok tersebut dan menyebutnya tidak berdasar dan tidak berdasarkan sumber yang dapat dipercaya.