kumparan
14 Januari 2019 11:18

Peran Penting CVR dalam Investigasi Kecelakaan Pesawat

Kondisi Black Box yang ditemukan.
Kondisi Black Box yang ditemukan. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Investigasi penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 kembali menemui titik terang, setelah Cockpit Voice Recorder (CVR) ditemukan oleh tim gabungan TNI AL dan KNKT.
ADVERTISEMENT
Lalu seberapa penting peran CVR dalam mengungkap penyebab kecelakaan pesawat?
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, pernah menjelaskan, peran CVR cukup penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat. Melalui CVR, tim dalam mendengar semua percakapan yang ada di dalam pesawat, termasuk reaksi pilot dalam menghadapi masalah selama penerbangan berlangsung.
"CVR ini sangat diperlukan di dalam investigasi berkaitan dengan masalah bagaimana kru mengadakan komunikasi, apa yang dilakukan kru di dalam cockpit pesawat," ujar Soerjanto di Kementerian Perhubungan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/11).
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)
CVR ini dapat menjadi data pembanding dari semua data penerbangan yang terekam di Flight Data Recorder (FDR) yang sudah ditemukan dan diunduh datanya oleh KNKT.
Di dalam CVR, ada 4 channel yang berfungsi merekam semua percakapan dalam pesawat. Pertama percakapan antara pilot dengan kopilot, pilot dengan ATC, pilot dengan kru, dan semua kegiatan yang ada di dalam pesawat. Melalui data CVR, investigator akan lebih banyak mengamati sisi manusianya.
ADVERTISEMENT
"Lebih banyak mengamati masalah human factor-nya kenapa terjadi seperti ini, kenapa reaksi krunya seperti ini. Itu kita perlukan CVR," jelas dia.
Penyelam membawa ping locator
Penyelam membawa ping locator yang berfungsi sebagai pendeteksi black box. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Karena itu, KNKT bertekad untuk tetap mencari dan menemukan CVR meski Basarnas telah menghentikan proses pencarian korban maupun CVR.
Proses pencarian CVR Lion Air JT-610 memang tidak mudah. Tim SAR gabungan sempat kesulitan menemukan CVR. Kondisi ini disebabkan lumpur yang cukup tebal di perairan Ujung Karawang, Bekasi, yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat.
KRI Rigel yang menurunkan sejumlah alat deteksi bawah laut sempat menangkap sinyal ping dari CVR. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Basarnas saat itu Marsekal Madya M Syaugi mendengar langsung sinyal ping itu.
"Tadi pagi, kami sudah mendengar suara ping yang satu ini, walaupun agak lemah," kata Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11).
Pasukan Kopaska TNI AL, Lion Air JT-610
Pasukan Kopaska TNI AL melanjutkan pencarian bangkai pesawat Lion Air JT-610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Sampai akhir masa pencarian, CVR belum juga ditemukan. Bahkan, tim sempat kehilangan sinyal ping dari CVR. Kendalanya tak lain, yakni lumpur yang sangat dalam. Meski begitu, KNKT tetapt bertekad menemukan CVR.
ADVERTISEMENT
“Ya dengan metode apa pun kita akan cari CVR itu,” ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono.
KNKT menggandeng sejumlah pihak untuk mencari CVR. Kapal penyedot lumpur, ROV, hingga kapal tanpa jangkar dikerahkan ke lokasi untuk menemukan CVR.
Pencarian black box Lion Air JT-610
Pencarian black box Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Kamis (1/11). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Beberapa waktu lalu, tim gabungan TNI AL dan KNKT kembali ke perairan Ujung Karawang. Akhirnya, Senin (14/1), CVR berhasil ditemukan.
"CVR Lion Air JT-610 berhasil ditemukan oleh Tim Penyelam dari Dislambair dan Kopaska Koarmada I pada hari ini pukul 09.10 WIB," kata Kapen Koarmada I Letkol Agung Nugroho saat dikonfirmasi, Senin (14/1).
"Kondisinya masih utuh. Cuma kemungkinan kena benturan-benturan pas kejadian," ucap dua.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan