News
·
28 Oktober 2020 11:26

Perawat di UEA Divaksin Sinopharm: Diswab 2 Minggu Sekali, Selalu Negatif Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Perawat di UEA Divaksin Sinopharm: Diswab 2 Minggu Sekali, Selalu Negatif Corona (367006)
Ilustrasi Abu Dhabi Foto: Shutter stock
Uji klinis tahap III vaksin Sinopharm di Uni Emirat Arab (UEA) yang dimulai pertengahan Juli 2020 hingga kini belum selesai.
ADVERTISEMENT
Relawan, meski telah menyelesaikan dua kali penyuntikan, tes darah dan asesmen, tetap masih mengikuti prosedur lanjutan, yaitu tes PCR setiap dua minggu.
Para relawan mengatakan tes PCR tersedia bagi mereka secara gratis di pusat-pusat layanan yang dikelola Perusahaan Layanan Kesehatan Abu Dhabi (Seha).
Setelah tes PCR melalui swab dilakukan, status pada aplikasi lacak dan jejak Al Hosn mereka diperbarui menjadi “Relawan Vaksinasi”.
Pengalaman baik dirasakan salah satu relawan setelah disuntik dan diswab secara rutin. Ia tak pernah positif corona.
“Saya disuntik vaksin pada Agustus dan menyelesaikan semua tes darah pada September. Tetapi saya masih menerima telepon tindak lanjut minggu lalu untuk melihat bagaimana keadaan saya. Selain itu, saya diminta menjalani tes PCR setiap dua minggu,” kata Antu Joseph, 32, perawat di LLH Hospital di Abu Dhabi, seperti dikutip dari Gulf News, Rabu (28/10).
ADVERTISEMENT
"Saya telah melakukan tes PCR dua minggu sekali dan saya menerima hasil negatif COVID-19 setiap kali," tambahnya.
Perawat di UEA Divaksin Sinopharm: Diswab 2 Minggu Sekali, Selalu Negatif Corona (367007)
Kick off uji klinis tahap 3 vaksin Sinopharm di UAE pada 16 Juli 2020. Foto: Twitter/@admediaoffice
Hussa Al Mansoori, relawan lainnya, mengatakan dia ingin tahu segera hasil uji klinis vaksin. “Uji coba itu berjalan mulus bagi saya, saya tidak menghadapi komplikasi,” ujar kata eksekutif TI berusia 49 tahun itu.
“Saya sangat senang dengan arti keberhasilan vaksin ini bagi UEA dan dunia. Saya sangat berharap kita segera mendengar kabar positif, ” imbuhnya.

Kedua wanita itu termasuk di antara lebih dari 31.000 relawan di UEA untuk uji klinis III vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh raksasa farmasi China, Sinopharm China National Biotec Group.

Uji klinis III dimulai dengan penyuntikan calon vaksin pada 16 Juli dan pendaftaran relawan ditutup pada akhir Agustus.
ADVERTISEMENT
Menurut pengembang vaksin tersebut, vaksin tersebut telah berhasil menghasilkan antibodi COVID-19 pada lebih dari 1.000 relawan dalam uji klinis I dan II di China lewat dua kali suntikan.

Tak Ada Efek Samping Besar

Hasil final uji klinis Sinopharm di UEA belum keluar, tapi para peneliti di sana mengungkapkan bahwa hasil awal tidak menunjukkan efek samping yang besar, termasuk pada 1.000 relawan dengan penyakit kronis.

Pada 15 September, pemimpin UEA memberikan persetujuan darurat (emergency use authorization) untuk penggunaan vaksin pada pekerja garis depan.

Proyek di UEA ini dilaksanakan oleh perusahaan teknologi Grup 42 dan diawasi oleh pemerintah.
Perawat di UEA Divaksin Sinopharm: Diswab 2 Minggu Sekali, Selalu Negatif Corona (367008)
Kunjungan kerja Kepala BPOM Penny Lukito di UEA terkait kerja sama vaksin Sinopharm pada 26 Agustus 2020. Foto: KBRI Abu Dhabi
Selama proses uji klinis para relawan tetap diimbau waspada, misalnya dengan selalu memakai masker.
ADVERTISEMENT
“Saya juga dapat melakukan perjalanan ke dan dari Abu Dhabi tanpa harus diskrining untuk COVID-19 di perbatasan,” kata ahli urologi ini.
Sembari menunggu hasil uji klinis di UEA, vaksin Sinopharm saat ini juga sedang diuji klinis III di Bahrain, Mesir, dan Yordania.
Abu Dhabi juga mengumumkan akan melakukan uji klinis fase III untuk vaksin COVID-19 yang dikembangkan di Rusia, Sputnik V.
Indonesia sendiri juga mengincar vaksin Sinopharm untuk program vaksinasi corona yang sedang digarap pemerintah. Selain itu, pemerintah juga sedang mengadakan uji klinis III vaksin Sinovac.