kumparan
3 Juni 2018 6:03

Perbincangan Politik di Pertemuan Amien, Prabowo, dan Rizieq

Amien Rais di Mekkah. (Foto: dok. Istimewa)
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Imam Besar FPI Rizieq Syihab mengadakan pertemuan di Makkah, Arab Saudi. Pertemuan mereka berlangsung di kediaman Rizieq di Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
Pertemuan ini terwujud usai Amien menjalankan ibadah umrah bersama beberapa tokoh Persaudaraan Alumni 212. Pembahasan politik Tanah Air tak luput dari pembicaraan ketiga tokoh tersebut.
Pertemuan ini diawali saat Amien dan Prabowo bertemu di depan Kakbah. Keduanya bertemu di Masjidil Haram pada malam hari waktu setempat hingga Salat Subuh di sana.
"Pak Amien sudah di Masjidil Haram duluan, jadi beliau sudah selesai salat, sudah selesai umrah, terus biasalah selesai umrah kita tetap di Masjidil Haram. Enggak lama Mas Bowo (Prabowo) beliau memulai tawafnya. Jadi Pak Amien kan masuk duluan, selesai, lalu Pak Prabowo. Pak Amien kan orang biasanya kalau malam selalu bertahan di Masjidil Haram, setelah itu dia salat sunah," ujar Anggota Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo dihubungi kumparan, Sabtu (2/6).
ADVERTISEMENT
Amien dan Prabowo selanjutnya berbincang santai dan berfoto-foto. Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan ketika tawaf bersama, Amien dan Prabowo juga memanjatkan doa di depan Kakbah.
"Mereka terlihat saling sapa penuh persahabatan dan berdoa bersama di depan kakbah untuk kebaikan bangsa dan negara Indonesia, pertemuan dilanjutkan di sebuah hotel diawali dengan Salat Subuh berjamaah dan bertukar pikiran untuk kemaslahatan umat," jelas Novel dalam keterangannya, Sabtu (2/6).
Amien Rais dan Prabowo di Mekkah (Foto: dok. Istimewa)
Dalam pertemuan ini ada juga Ketua PA 212 Slamet Maarif, Waketum PAN Hanafi Rais hingga ustaz Ansufri Idrus Sambo. Novel mengatakan pada kesempatan ini Slamet sempat menyampaikan hasil rakornas PA 212 kepada Prabowo dan Amien Rais.
Pembicaraan politik ini menurut Anggota Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo memang tak terhindarkan. Termasuk politik menjelang Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
"Ya enggak terhindarkan ngomong politik. Cuma apakah topiknya apa ya enggak tahu karena memang enggak diagendakan topiknya," kata Anggota Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo saat dihubungi kumparan, Sabtu (2/6).
Amien Rais, Prabowo bersama Habib Rizieq di Makkah (Foto: Instagram @amienraisofficial)
Tak selesai di situ, Amien dan Prabowo kemudian bertemu dengan Rizieq di kediamannya. Pertemuan itu disebut jubir PA 212 Novel dimulai sekitar pukul 14.15 waktu setempat.
Novel menerangkan pertemuan antara Amin, Prabowo dan Rizieq ini membicarakan berbagai persoalan bangsa. Selain itu, kata dia, Rizieq juga meminta agar Gerindra dan PAN segera mendeklarasikan koalisinya.
"HRS mengharap dan meminta kepada Gerindra dan PAN untuk segera merealisasikan keinginan umat untuk segera deklarasi terbuka koalisi Gerindra, PAN, PKS, PBB dalam waktu dekat. Serta membuka pintu juga kepada partai lain terutama yang berbasis massa Islam," ujar Novel.
ADVERTISEMENT
Sementara terkait rekomendari capres yang dihasilkan Rakornas PA 212, ia mengatakan Rizieq menyetujuinya. Pertemuan antara ketiga tokoh tersebut lantas ditutup dengan Salat Asar berjemaah yang diimami oleh Rizieq.
Rizieq imami salat Prabowo dan Amien Rais (Foto: Instagram @amienraisofficial)
Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyakini pertemuan antara Amien, Prabowo dan Rizieq akan menjadi kekhawatiran koalisi Joko Widodo. Sebab, bertemunya sejumlah tokoh itu, semakin mengerucutkan keinginan Rizieq terkait koalisi di Pilpres 2019.
Saat bertemu dengan Rizieq pada 21 Maret lalu, Rizieq menyampaikan harapannya kepada Andre soal koalisi Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Jika koalisi itu terwujud, Rizieq berjanji akan mengajak massanya untuk mendukung koalisi ini serta capres yang didukung.
"Wajar jika ada ketakutan dari Pak Jokowi, makanya ada orang yang Golkar ini nyinyir, NasDem nyinyir, karena Ali Mochtar nyinyir, intinya kenyinyiran pendukung Jokowi karena panik," kata Andre kepada kumparan, Sabtu (2/6).
Cak Imin di kantor kumparan (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Di lain sisi, Ketum PKB Muhaimin Iskandar menganggap tidak ada yang spesial dalam pertemuan ketiga tokoh itu. Sebab ketiga tokoh itu menurutnya telah menjalin komunikasi sejak lama.
ADVERTISEMENT
Terkait agenda politik dalam pertemuan itu, Cak Imin juga mengatakan bahwa sudah lumrah. Sebab menurutnya dalam pertemuan tersebut berkumpul para politikus.
"Ya pada akhirnya memang ada seperti itu, tapi ya namanya manusia politik ya pasti politis," ucap Cak Imin usai menghadiri peringatan Nuzululquran di kantor GP Ansor, Kramat, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan