kumparan
25 Jun 2018 10:58 WIB

Perdana Menteri Yildirim: Pemilu Jadi Titik Balik Demokrasi di Turki

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim. (Foto: Reuters/Murad Sezer)
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menyebut pemilu presiden dan parlemen, yang diselenggarakan Minggu (24/6), sebagai 'titik balik' dalam sejarah demokrasi Turki.
ADVERTISEMENT
Berbicara di hadapan massa pendukung partai berkuasa saat ini Adalet ve Kalkınma Partisi/AK (Partai Keadilan dan Pembangunan), Yildirim menyampaikan terima kasih kepada rakyat Turki karena telah menggunakan hak pilih mereka.
"Hari ini adalah hari besar untuk bangsa Turki. Ini adalah hari tanpa pecundang, tetapi hari bagi 81 juta pemenang," ujar Yildirim di markas Partai AK, Ankara, dikutip dari kantor berita Anadolu, Senin (25/6).
PM Yildirim juga menegaskan bahwa hak-hak setiap warga Turki akan dijamin.
"Hak-hak semua warga Turki dari usia 7 hingga 77 dijamin. Setiap orang harus diyakinkan bahwa Turki akan melanjutkan demokrasinya yang lebih kuat," pungkas Yildirim.
Dari hasil pemilu, Recep Tayyip Erdogan memenangkan pemilu presiden Turki dalam satu putaran. Erdogan memenangi pemilu Presiden Turki dengan total raihan 52,5 persen suara dalam penghitungan suara yang telah mencapai 99 persen.
ADVERTISEMENT
Sementara saingan utamanya Muharrem Ince, dari Partai Rakyat Republik (CHP) memperoleh suara sebesar 31,7 persen suara.
Dengan kemenangan lebih dari 50 persen, Erdogan akan memangku jabatan presiden tanpa harus melanjutkan ke pemilu putaran kedua. Erdogan juga mengumumkan kemenangan partainya, AKP, yang berkoalisi dengan Partai Gerakan Nasionalis (MHP).
AKP mendapatkan 293 kursi sementara MHP 50 kursi dari total 600 kursi di parlemen. Dengan jumlah perolehan kursi ini, koalisi Erdogan mendapatkan suara mayoritas di parlemen.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan