News
·
22 April 2021 19:55

Perjalanan Mudik Diperketat, Polda Sumut Jaga Perbatasan Buat Pos Pemeriksaan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Perjalanan Mudik Diperketat, Polda Sumut Jaga Perbatasan Buat Pos Pemeriksaan (560730)
Ilustrasi mudik. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Satgas COVID-19 nasional membuat sejumlah aturan baru untuk mengantisipasi larangan mudik lebaran 2021 di masa pandemi corona. Salah satunya, pengetatan syarat perjalanan mudik yang dimulai 22 April hingga H+7 lebaran.
ADVERTISEMENT
Menyikapi aturan ini, Polda Sumut sudah siap menjalankannya. "Polda Sumut akan melaksanakan sesuai SE (Surat Edaran)," ujar Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, kepada kumparan, Kamis (22/4).
Valentino mengatakan soal penyekatan pihaknya juga langsung berkordinasi dengan stakeholder yang wilayahnya berbatasan langsung dengan pintu masuk Sumut.
"Saat ini kita berkoordinasi dengan instansi terkait dan untuk wilayah yang memiliki perbatasan dengan Aceh, Riau dan Sumbar," ujarnya.
"Kami Juga melaksanakan pemantauan dan berkoordinasi antar Pemkab, Polres, TNI dan seluruh stakeholders untuk mengambil langkah-langkah pengetatan," ujarnya
Terpisah Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan penyekatan akan dilakukan di sejumlah akses jalur perbatasan di Provinsi Sumatera Utara.
"Ada beberapa pintu masuk dan perbatasan di Sumut yang disekat, yakni Sumut Aceh, Sumut-Sumbar, Sumut-Riau. Tentunya dalam penyekatan larangan mudik ini akan berkoordinasi dengan TNI, Dinas Perhubungan, Pemerintah Daerah se tempat dan stakeholder terkait lainnya," katanya
ADVERTISEMENT
Hadi juga menjelaskan selama penyekatan Polda Sumut menyiapkan pos pengamanan di setiap daerah yang masih masuk dalam wilayah Sumatera Utara .
"Nantinya, para petugas yang disiagakan di pos-pos pengamanan juga dilengkapi dengan pakaian APD yang telah ditentukan, yakni helm, masker, pakaian, sarung tangan, dan sepatu agar petugas tidak tertular COVID-19," ungkapnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Satgas hanya mengatur peniadaan mudik Lebaran yang berlaku pada 6-17 Mei 2021 dalam Surat Edaran tersebut.
Berikut isinya:
1. Ada aturan tambahan dalam masa pengetatan mudik yang diberlakukan sebelum dan sesudah masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021, yaitu pada:
- Periode H - 14 menjelang masa peniadaan mudik yakni tanggal 22 April - 5 Mei 2021.
ADVERTISEMENT
- Periode H + 7 pasca masa peniadaan mudik yakni tanggal 18 - 24 Mei 2021.
2. Pada masa H - 14 dan H + 7 peniadaan mudik, diberlakukan sejumlah ketentuan sebagai berikut:
Pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di bandara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
Pelaku perjalanan transportasi laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
ADVERTISEMENT
-Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi laut untuk pelayaran terbatas dalam wilayah satu kecamatan/kabupaten/provinsi, atau dengan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan, tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan. Namun, akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah.
-Pelaku perjalanan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di stasiun kereta api sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.
-Pelaku perjalanan transportasi umum darat akan dilakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 apabila diperlukan oleh Satgas COVID-19 daerah.
ADVERTISEMENT
-Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan. Akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah.
-Pengisian e-HAC Indonesia diimbau bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi darat umum maupun pribadi, kecuali bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.
-Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.
- Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan
ADVERTISEMENT