Lipsus Sintong- Wiranto dan Prabowo
8 Maret 2021 14:07

Perseteruan Prabowo vs Wiranto: Kesaksian Sintong Panjaitan

B. J Habibie mondar-mandir di ruangannya, kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, 14 Mei 1998. Ia panik. Bersama penasihat militernya, Letnan Jenderal Sintong Panjaitan, ia terheran-heran menyaksikan Jakarta lumpuh.
Penjarahan merajalela, orang saling bunuh, pemerkosaan di mana-mana. Pasukan TNI dari berbagai satuan berpatroli, tapi seolah tak berdaya. Kerusuhan terlalu dahsyat. Situasi tak terkendali. Lebih buruk lagi, Presiden Soeharto sedang pergi ke Mesir untuk menghadiri pertemuan G-15.
Habibie kemudian meminta Sintong mencari keberadaan para petinggi ABRI. Tapi tak satu pun muncul, termasuk Menhankam/Panglima ABRI Jenderal Wiranto. Mereka tengah menghadiri serah terima jabatan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat ABRI.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Sintong Panjaitan, eks Pangdam Udayana dan eks Danjen Kopassus, mengajak kita kembali ke Orde Baru. Dari kacamata Sintong, sederet kisah Orba diungkap: pembebasan Woyla, Tragedi 98, Timor Timur, hingga cerita Habibie dan Prabowo di Istana.