kumparan
News28 Maret 2020 14:31

Persiapan Akomodasi Jemaah Haji di Makkah 97 Persen, Rampung April 2020

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi Kabah
Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Foto: Shutterstock
Jelang musim haji, petugas penyiapan layanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi terus bekerja. Terdapat tiga tim yang bekerja yakni petugas penyiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
ADVERTISEMENT
Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengatakan persiapan layanan untuk akomodasi sudah hampir seratus persen alias final.
"Akomodasi Makkah penyiapannya sudah hampir final. Sampai saat ini sudah ada deal atau kesepakatan harga untuk 204.755 orang atau sekitar 97,75 persen dari total kebutuhan," kata Endang di Jeddah, dalam keterangan pers yang diterima kumparan, Sabtu (28/3).
Sementara untuk persiapan akomodasi di Madinah, masih terus dikerjakan. Endang mengatakan, sudah ada kesepakatan harga untuk 21.015 jemaah atau sekitar 34 persen dari target yang disediakan.
Sedangkan, untuk konsumsi, tim penyedia layanan sudah menyelesaikan proses verifikasi dokumen dan verifikasi faktual atau lapangan. Selanjutnya adalah negosiasi harga dengan pendaftar yang lolos verifikasi.
"Sekarang tim sudah deal harga dengan 25 perusahaan konsumsi di Makkah," kata Endang.
ADVERTISEMENT
"Untuk penyediaan layanan konsumsi jemaah di Madinah dan Bandara, belum masuk tahap negosiasi harga," sambungnya.
Endang mengatakan, penyediaan layanan akomodasi dan konsumsi ditargetkan selesai pada minggu kedua bulan April. Adapun untuk layanan transportasi, saat ini baru menyelesaikan tahapan penilaian serta verifikasi dokumen dan lapangan. Prosesnya, ditargetkan selesai pada akhir April 2020.
Endang menambahkan, saat ini proses pengadaan layanan akomodasi dan konsumsi masih terfokus di Makkah. Tim di Makkah belum bisa ke Madinah seiring adanya pengetatan aturan dan pemberlakuan jam malam di Arab Saudi.
Sementara proses pengadaan transportasi berlangsung di Jeddah.
"Waktu efektif tim penyedia layanan di Saudi saat ini hanya pagi hingga jam 13.00 (waktu setempat)," tutur Endang.
Endang mengatakan, proses pengadaan akan berhenti sampai pada tahapan berita acara kesepakatan, belum masuk hingga proses kontrak dan pembayaran uang muka. Kontrak dan pembayaran uang muka akan dilakukan setelah sistem e-Hajj dibuka kembali.
ADVERTISEMENT
"Belum ada pembayaran, baik untuk layanan akomodasi, konsumsi, maupun transportasi," ujar dia.
--- kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan