Pertanyaan Pamungkas Hakim ke Sambo: Ikut Nembak Yosua Enggak?

7 Desember 2022 19:15
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
JPU mengkonfirmasi sejumlah barang bukti kepada Ferdy Sambo di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
JPU mengkonfirmasi sejumlah barang bukti kepada Ferdy Sambo di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketua Majelis Hakim Imam Wahyu Santoso, melayangkan pertanyaan menohok ke terdakwa Ferdy Sambo.
ADVERTISEMENT
Imam mengejar kejujuran Sambo, apakah ia ikut menembak Yosua atau tidak.
"Saudara ikut nembak enggak?" tanya Imam.
Pertanyaan pamungkasnya hakim itu terlontar pada akhir sidang lanjutan untuk terdakwa Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal. Sambo dihadirkan sebagai saksi untuk ketiga terdakwa pada Rabu (7/12).
"Saya sudah jawab di awal, saya tidak ikut nembak," tegas Sambo.
Pertanyaan itu dilayangkan Imam merespons pernyataan Sambo terkait hasil uji kebohongan dirinya. Sambo mengakui bahwa uji poligrafnya mengatakan tidak jujur, namun itu tidak bisa menjadi bukti persidangan.
Poligraf adalah suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang itu bohong atau jujur.
"Saudara saksi, tadi pertanyaan terakhir Jaksa, Saudara merasa bahwa saudara di-framing seolah-olah tidak jujur. Setuju, kan, ya? Soal poligraf tadi," kata Imam.
ADVERTISEMENT
"Kalau memang Saudara, memang pengin jujur, saya pengin nanya ini, pertanyaan terakhir dari saya: berapa kali Richard menembak?" tanya Imam.
JPU mengkonfirmasi sejumlah barang bukti kepada Ferdy Sambo di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
JPU mengkonfirmasi sejumlah barang bukti kepada Ferdy Sambo di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan
"Setelah kejadian baru saya tahu, 5 kali," jawab Sambo.
"Lima kali?" kata Imam mempertegas.
"Iya," kata Sambo.
"Setelah kejadian, menurut Saudara lihat, kan, Saudara di depan ya, di sebelahnya, ya?" kejar hakim.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Saya sudah sampaikan, Yang Mulia, jadi, kejadiannya begitu cepat," ungkap Sambo.
"Saudara ikut nembak enggak?" kejar hakim Imam.
"Saya sudah jawab di awal, saya tidak ikut nembak," tegas Sambo.
Namun jawaban Sambo tidak meyakinkan Imam. Di masih mempertanyakan soal hasil autopsi yang menunjukkan ada 7 luka tembakan pada jenazah Yosua.
"Tidak, tidak ikut nembak. Ini hasil pemeriksaan sementara dari autopsi, ini ada tujuh luka tembak masuk pada tubuh, dan enam luka tembak keluar, jadi yang pelurunya ke luar. Kalau Saudara katakan lima, terus yang dua siapa yang nembak?" kata Imam.
Wanita berkaos wajah Sambo (tengah) yang nekat terobos masuk kursi terdakwa pada sidang lanjutan Ferdy Sambo di PN Jaksel, Selasa (29/11/2022). Foto: Hedi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wanita berkaos wajah Sambo (tengah) yang nekat terobos masuk kursi terdakwa pada sidang lanjutan Ferdy Sambo di PN Jaksel, Selasa (29/11/2022). Foto: Hedi/kumparan
"Saya tidak tahu," timpal Sambo.
ADVERTISEMENT
"Apakah ada orang lain nembak?" kejar Imam lagi.
"Saya tidak tahu," kata Sambo lagi.
"Ya, nanti hakim yang akan menyimpulkan," pungkas Imam.
Pengakuan Sambo ini tidak sejalan dengan keterangan Eliezer yang tegas menyatakan bahwa mantan bosnya itu ikut menembak Yosua.
Di dakwaan jaksa, Sambo juga disebut ikut menembak. Eliezer disebut menembakkan 3 sampai 4 peluru ke tubuh Yosua atas perintah Sambo. Kemudian diakhiri dengan tembakan pamungkas ke arah kepala oleh Sambo.
Terkait ini, Sambo masih ngotot tidak ikut menembak.
Dalam kasus ini, Eliezer dan Sambo sama-sama ditetapkan sebagai terdakwa. Keduanya didakwa bersama Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal. Mereka didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.
Atas perbuatannya, mereka didakwa melanggar Pasal 338 KUHP atau 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020