Politik
·
18 April 2018 15:00

Pertemuan SBY-Wiranto Cari Titik Temu soal Koalisi dengan Jokowi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pertemuan SBY-Wiranto Cari Titik Temu soal Koalisi dengan Jokowi (13885)
Menko Polhukam Wiranto. (Foto: Soejono Eben/kumparan)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan berlangsung di kediaman SBY yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menganggap pertemuan itu sebagai sesuatu yang positif. Ia beranggapan pertemuan Wiranto dan SBY yang juga merupakan mantan Presiden RI sebagai bentuk kerja sama dalam memahami kondisi bangsa.
"Dengan berdialog ini kita bisa saling memahami dan kemudian bekerja sama untuk mengatasi masalah bangsa, karena Indonesia adalah negara besar yang harus dibangun dengan kerja sama," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/4).
Hasto tidak memungkiri diutusnya Wiranto untuk bertemu SBY untuk membicarakan kondisi politik saat ini. Termasuk untuk mencari tahu harapan Partai Demokrat terkait usulan koalisi ke depan di 2019. Hasto menambahkan, dialog seperti itu juga telah dilakukan kepada partai lainnya.
ADVERTISEMENT
"Tentu saja kita akan mencari titik temu. Dengan dialog ini kita bisa memahami apa yang menjadi harapan dari Partai Demokrat," lanjut dia.
Pertemuan SBY-Wiranto Cari Titik Temu soal Koalisi dengan Jokowi (13886)
Sekjen Partai PDIP, Hasto Kristiyanto. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Hasto menuturkan, pertemuan Wiranto dengan SBY merupakan bagian dari kebijakan Jokowi untuk berdialog dengan semua kalangan, termasuk dengan pimpinan dan tokoh parpol.
"Ini juga merupakan bagian dari kebijakan Bapak Presiden Jokowi yang terus mengedepankan dialog. Bukan hanya dialog diantara elite, tapi juga dengan rakyat itu sendiri. Ini sebagai ciri utama kepemimpinan Jokowi," tutup Hasto.
Wiranto bertemu dengan SBY pada Rabu siang. Saat ditanya tujuan pertemuan, Wiranto menyebut pertemuan itu wajar dan sebagai komunikasi dalam membangun demokrasi yang lebih baik.