News
·
2 September 2020 18:09

Pesan Risma untuk Eri Cahyadi dan Armuji: Sejahterakan Warga Surabaya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pesan Risma untuk Eri Cahyadi dan Armuji: Sejahterakan Warga Surabaya (882)
Eri Cahyadi dan Armuji terima rekomendasi PDIP. Foto: DPC PDIP Surabaya
DPP PDIP secara resmi menyerahkan rekomendasi bagi Eri Cahyadi dan Armuji sebagai cawalkot dan calon wakil wali kota Surabaya di Taman Harmoni, Rabu (2/9). Surat Keputusan (SK) rekomendasi yang diteken Megawati itu diberikan usai pengumuman resmi cawalkot Surabaya yang diusung oleh Ketua DPP Puan Maharani.
ADVERTISEMENT
Rekomendasi kepada Eri dan Armuji diberikan secara langsung oleh sejumlah petinggi DPP PDIP. Ada Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto, Ketua DPP Tri Rismaharini (Risma) dan Djarot Saiful Hidayat.
Dalam kesempatan itu, Risma memberi pesan khusus kepada Eri Cahyadi dan Armuji. Risma, yang masa baktinya bakal berakhir Februari 2021, berpesan agar Eri dan Armuji terus membawa Surabaya menjadi kota yang bisa menyejahterakan warganya.
“Itulah cita-cita kemerdekaan dan Pancasila. Yakni, diwujudkan negara yang adil, makmur, sejahtera dan sentosa,” ujarnya di sela perkenalan pasangan Eri Cahyadi-Armuji di Taman Harmoni Surabaya, Rabu (2/9) sore.
Taman Harmoni adalah salah satu taman di Surabaya hasil kerja Risma. Taman ini dulunya merupakan tempat pembuangan akhir sampah, namun sekarang berubah menjadi taman hutan kota.
Pesan Risma untuk Eri Cahyadi dan Armuji: Sejahterakan Warga Surabaya (883)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberi sambutan saat merekomendasikan Eri Cahyadi dan Armuji. Foto: DPC PDIP Surabaya
Pada kesempatan tersebut, Risma menyampaikan bahwa keberhasilan Surabaya selama ini tidak lepas dari kerja samanya yang terjalin dengan banyak pihak. Selain itu, Risma berpesan agar Eri fokus membangun Surabaya, bukan fokus mengejar berbagai penghargaan.
ADVERTISEMENT
“Bukan penghargaannya yang penting, tapi tujuannya bagaimana membangun Kota Surabaya,” tutur Risma.
Kalau tidak ada kebersamaan banyak pihak, lanjut Risma, maka mustahil membangun Surabaya seperti selama ini.
“Kami selalu bergandengan dengan tokoh agama, alim ulama, tokoh masyarakat, kader lingkungan, TNI, Polri dan banyak pihak lainnya,” katanya.