News
·
22 November 2020 19:31

Peserta Kerumunan Acara Habib Rizieq Diimbau Tes Corona dan Isolasi Mandiri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Peserta Kerumunan Acara Habib Rizieq Diimbau Tes Corona dan Isolasi Mandiri (140473)
Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M. Kes. Foto: Dok. BNPB
Sejak tiba di Indonesia kegiatan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menjadi perhatian masyarakat. Rangkaian kegiatan yang dihadirinya selalu berhasil menciptakan kerumunan massa, mulai dari penjemputan di Bandara Soetta hingga acara Maulid Nabi dan pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
Alhasil klaster baru dari acara-acara tersebut pun tercipta. Kemenkes menyebut ada 30 kasus corona dari klaster acara agama dan pernikahan putri Habib Rizieq di Petamburan. Sementara untuk acara Maulid di Tebet yang dihadiri Rizieq ada 50 kasus. Lalu ada 15 sampel dari acara Rizieq di Bogor yang masih menunggu hasil.
Melihat kondisi itu, Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Muhammad Budi Hidayat meminta agar peserta acara berperan aktif dalam pencegahan penularan corona. Salah satunya dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
"Kami mengimbau bagi masyarakat yang telah kontak erat dan mengikuti kegiatan di Bandara Soekarno-Hatta, Petamburan, Tebet, dan Mega Mendung untuk segera melakukan isolasi Mandiri," kata Budi saat konferensi pers di BNPB, Minggu (22/11).
ADVERTISEMENT
Tidak hanya isolasi, Budi juga meminta agar masyarakat yang memiliki gejala COVID-19 untuk melakukan pemeriksaan diri ke Puskesmas terdekat. Di sana akan dilakukan tes swab PCR untuk memastikan kesehatan pasien.
"Apabila selama melakukan karantina di rumah mengalami gejala terinfeksi COVID-19 seperti gejala batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan, serta hilang indera penciuman dan perasa segera kunjungi Puskesmas terdekat untuk melakukan tes usap atau pcr tes," kata Budi.
Kemenkes juga meminta agar tokoh agama maupun tokoh masyarakat setempat dapat memberikan contoh patuh protokol kesehatan. Dengan begitu penularan virus corona bisa dikendalikan.
"Kepada para tokoh masyarakat para tokoh agama dan pemimpin daerah agar memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan. Kita harus bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 agar COVID-19 dapat segera kita atasi," kata Budi.
ADVERTISEMENT