Petugas KPPS di Klaten dan Pengawas TPS di Serang Meninggal Dunia

15 Februari 2024 13:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Pemilu.  Foto: Dok Kemenkeu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pemilu. Foto: Dok Kemenkeu
ADVERTISEMENT
Petugas pemilu yang meninggal dunia diduga karena kelelahan bertambah. Hari ini, dua petugas tutup usia setelah sempat dirawat di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Dewi Indriyani (43), petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), meninggal dunia setelah sempat bertugas di TPS 04 Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten.
Camat Gantiwarno, Retno Setyaningsih, mengatakan Dewi diketahui memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Beberapa hari sebelumnya, Dewi sempat mengeluh sakit. Meski demikian, saat bertugas di hari pemungutan suara, dia dalam kondisi fit.
"Tapi kan KPPS banyak kerjaannya, mungkin capek. Beliau punya riwayat penyakit gula," kata Retno dikutip dari Antara, Kamis (15/2).
Mengenai kronologi kejadian sebelum meninggal dunia, Retno mengatakan Dewi masih sempat menjalankan tugasnya di TPS.
"Saat pelaksanaan sudah berjalan kira-kira pukul 11.00 WIB terus drop, terus dibawa ke puskesmas dan ditangani dokter," katanya.
Dewi sempat dibawa ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro, Klaten dan menerima transfusi darah. Seharusnya menerima dua kantong darah, namun baru menerima satu kantong Dewi meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
"Masuk satu kantong sudah baik, bahkan sempat komunikasi. [Tapi kemudian] Malah meninggal," kata Retno.
Ketua KPU Kabupaten Klaten Primus Supriono mengatakan, sudah menugaskan anggota KPU ke rumah duka.
Meski demikian, ia belum dapat memastikan penyebab meninggalnya Dewi.
"Nggak tahu keterangan dokter seperti apa, kami belum bisa menduga. Kami juga belum ada komunikasi dengan dokter yang menangani," katanya.

Pengawas TPS di Serang Meninggal

Sementara itu, pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di TPS 13, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten bernama Supardi, meninggal dunia, Kamis (15/2), pukul 10.33 WIB.
Anggota Bawaslu Provinsi Banten Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, Liah Culiah, mengatakan Suparadi meninggal saat sedang menjalani perawatan di RS Dradjat Prawiranegara Serang.
ADVERTISEMENT
"Iya dikabarkan meninggal dunia pukul 10.33 WIB, saat ini saya juga sedang mengantarkan jenazah ke rumah duka," kata Liah, dikutip dari Antara.
Liah mengatakan Supardi sempat dibawa ke puskemas pada Rabu (14/2) malam setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara Serang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Belum dapat info lengkapnya, informasi utuhnya masih kita tanya kembali kepada teman-teman Bawaslu Kabupaten Serang," katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Serang Furqon, bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi terkait riwayat penyakit yang diderita almarhum.
"Kami belum tahu detailnya, ini saya mau ke rumah sakit dulu. Tapi yang pasti, sih, faktor karena kelelahan," ujarnya.