kumparan
23 Oktober 2019 19:14

Pilkada Sleman Makin Dekat, Muncul Baliho Anak ke-3 Amien Rais

POTRAIT, Baliho Mumtaz Rais
Baliho Mumtaz Rais anak Amien Rais terpampang di Pertigaan Gamping, Ring Road Barat, Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Pilkada di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, akan diselenggarakan tahun 2020. Anak ketiga Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Mumtaz Rais, tampaknya akan meramaikan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
ADVERTISEMENT
Sebuah baliho besar bergambar putra Amien Rais terpampang di daerah Gamping, Ring Road Barat, Sleman. Di baliho itu tertulis '#SLEMANIAL 2020 MILENIAL untuk SLEMAN'.
Ketua DPW PAN DIY Nazaruddin mengaku belum mengetahui baliho tersebut. Dia mengaku belum bertemu putra Amien Rais tersebut untuk membicarakan Pilkada 2020.
“Saya belum ketemu sama orangnya (Mumtaz). Bagaimana rencananya soal pilkada,” kata Nazar saat dikonfirmasi, Rabu (23/10).
Dia mengaku belum ada komunikasi dengan DPD PAN Sleman. Sampai saat ini, belum ada keputusan final siapa yang akan maju sebagai calon bupati Sleman.
Baliho Mumtaz Rais
Baliho Mumtaz Rais anak Amien Rais terpampang di Pertigaan Gamping, Ring Road Barat, Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
“Ya kalau menurut jadwal kalau menurut jadwal proses itu sekarang memasuki tahap awal di DPD mestinya. Semuanya sama, di Gunungkidul masih penjajakan siapa, di Bantul juga begitu. Sleman sama juga di DPD tahap awal, mungkin tahap pra,” kata dia.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, dia mengakui ada tiga nama yang muncul untuk maju Pilkada Sleman. Ketiganya adalah Ketua DPD PAN Sleman, Sadar Narima; anak Bupati Sleman Sri Purnomo yang bernama Raudi Akmal; dan anak Amien Rais, Mumtaz Rais.
“Yang saya tahu itu Ketua DPD Sleman Sadar Narima bilang, kalau enggak ada yang maju dia siap maju. Terus putranya Pak Sri (Bupati Sleman) yang DPRD, Raudi. Terakhir itu yang Anda tanyakan ini (Mumtaz),” kata Nazar.
“Masih cair, jangankan mengerucut, mekanisme inti saja belum digulirkan. Ini baru penjaringan nama-nama,” ujarnya.
Nazar menjelaskan semua kader memiliki peluang yang sama, dalam artian tidak ada yang diistimewakan. Siapa yang akan maju nantinya juga ditentukan oleh DPP PAN.
ADVERTISEMENT
“Mekanisme di partai standar. Mekanisme di partai untuk pilkada usulan diusulkan oleh DPD. Kemudian nanti rekomendasi di DPW. Keputusannya itu siapa yang diusung yang menentukan DPP. Mekanisme seperti itu,” kata dia.
Nazar mengimbau kepada kader PAN yang hendak maju dalam Pilkada 2020 untuk mengikuti mekanisme. Para kader, kata dia, tidak boleh jalan sendiri.
“Yang jelas pesan saya, semua kader itu, kalau kader yang mau mencalonkan diri di pilkada harus melalui mekanisme di partai, tidak boleh nyelonong jalan sendiri,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan