News
·
8 Desember 2020 10:53

Pimpinan DPR Dukung Komnas HAM Usut Insiden Tewasnya 6 Pengawal Habib Rizieq

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pimpinan DPR Dukung Komnas HAM Usut Insiden Tewasnya 6 Pengawal Habib Rizieq (117324)
Aziz Syamsuddin. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Enam pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab tewas ditembak aparat Polda Metro Jaya, Senin (7/12), dini hari di KM 50 Tol Cikampek. Polisi beralasan, nyawa aparat terancam dalam bentrok polisi-pengawal Rizieq tersebut.
ADVERTISEMENT
Untuk mengusut peristiwa tersebut, Komnas HAM membentuk tim untuk pemantauan dan penyelidikan. Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin mendukung langkah itu.
"Mendukung langkah yang dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI dalam membentuk Tim Pemantauan dan Penyelidikan untuk mendalami informasi yang beredar," kata Aziz dalam keterangannya, Selasa (8/12).
"Bagian terpenting adalah mengumpulkan fakta-fakta dari pihak terkait atas peristiwa jatuhnya korban jiwa. Semoga proses ini benar-benar matang dan berjalan baik," imbuh eks Ketua Komisi III itu.
Aziz berpendapat, dalam koridor kerja, aparat kepolisian sudah diberikan kewenangan melalui UU untuk dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Begitu pula kedudukan organisasi masyarakat, memiliki fungsi dan arah yang jelas dalam membangun bangsa.
Pimpinan DPR Dukung Komnas HAM Usut Insiden Tewasnya 6 Pengawal Habib Rizieq (117325)
Gedung Komnas HAM Foto: Kelik Wahyu/kumparan
"Dari kejadian ini, semua pihak introspeksi diri. Dan kita pastikan bahwa negara tak boleh kalah dengan premanisme. Maka taatilah ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengikat terhadap seluruh warga negara," papar Waketum Golkar ini.
ADVERTISEMENT
Aziz juga menyoroti kepemilikan senjata api oleh anggota FPI yang menuai perdebatan. Menurut Aziz, pengawasan kepemilikan senjata api oleh pihak berwajib di Indonesia masih lemah sehingga membuat perdagangan gelap senjata api di Indonesia cukup hidup.
Atas dasar itu, ia mendukung aparat Kepolisian untuk mengungkap kasus yang terjadi secara transparan.
"Saya berharap ini adalah peristiwa terakhir. Semua pihak harus menahan diri dan menciptakan suasana sejuk serta damai sebagai bagian dari sikap gotong-royong yang selalu mengedepankan rasa persaudaraan" kata Aziz.
Lebih lanjut, pascaperistiwa tersebut, Aziz meminta masyarakat tetap tenang dan tidak tersulut oleh provokasi maupun hasutan yang sengaja diembuskan untuk memecah belah persatuan.
"Negara kita negara hukum, mari kita serahkan semuanya pada pihak berwajib yang saat ini tengah melakukan pendalaman. Sekali lagi, jaga situasi, jangan sampai terprovokasi," tegas Azis.
ADVERTISEMENT