News
·
22 April 2021 12:40

Pimpinan Komisi I: Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala Alarm Peremajaan Alutsista

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pimpinan Komisi I: Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala Alarm Peremajaan Alutsista (543209)
Wakil Ketua Komisi I DPR Utut Adianto. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Kapal Selam TNI AL KRI Nanggala 402 hilang kontak di perairan Bali, Rabu (21/4). Peristiwa Kapal Selam TNI hilang terjadi saat tengah melaksanakan latihan penembakan senjata strategis.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Komisi I DPR Utut Adianto turut prihatin dengan kejadian Kapal Selam hilang kontak. Dia berharap seluruh awak kapal selam selamat.
"Saya pertama ikut prihatin atas musibah belum ditemukannya kapal selam KRI kita. Kita berdoa semoga awak kapal semua bisa diselamatkan dan apabila tidak bisa diselamatkan tentu kami berdoa yang terbaik untuk mereka yang gugur," kata Utut di Gedung DPR, Senayan, Kamis (22/4).
Peristiwa ini, menurut Utut, merupakan alarm bahwa alutsista yang dimiliki TNI perlu peremajaan. Sebab, banyak alutsista yang kondisinya sudah tua.
"Lagi-lagi ini adalah sinyal jelas bahwa TNI kita khususnya alutsista perlu peremajaan, kita tidak ingin melihat ini kembali terjadi. Kita tahu baik Angkatan Laut maupun Angkatan Udara kita, misalnya alutsista kita sudah pada tua dan rusak," ujarnya.
Pimpinan Komisi I: Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala Alarm Peremajaan Alutsista (543210)
Kapal Selam KRI Nanggala-402. Foto: AFP
"Alutsista kita memang sudah tua-tua, seberapa baik pun perawatan tetap risiko tinggi, ketika itu terjadi. Hercules sudah berapa kali jatuh? Setiap jatuh pasti yang ada keluh kesah, pilu, sedih," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
Karena itu, Utut berharap Presiden Jokowi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hingga Menhan Prabowo Subianto segera duduk bersama untuk membahas perawatan alutsista yang dimiliki Indonesia.
"Sekali lagi ini kebijakan besar, DPR ingin melihat TNI yang kuat. Jadi saudara Menhan, Panglima TNI dan para kepala staf hendaknya duduk bareng dengan Menkeu dan tentu Bapak Presiden untuk merumuskan kita mau apa," ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua Fraksi PDIP DPR itu berharap kejadian Kapal Selam hilang ini menjadi yang terakhir. Dia pun meminta ada langkah konkret pemerintah memperbaiki kualitas alutsista.
"Mudah-mudahan ini yang terakhir yang terjadi, mudah-mudahan menjawab bukan hanya dengan doa, bukan hanya dengan pengharapan tapi dengan langkah konkret dengan rasionalitas yang terbangun berapa anggaran kita yang tersedia," tandas dia.
ADVERTISEMENT