News
·
30 April 2021 2:01

PKB Ingin Indonesia Terapkan Pembangunan Rendah Karbon

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PKB Ingin Indonesia Terapkan Pembangunan Rendah Karbon (217158)
Muhaimin Iskandar menjadi pembicara dalam Seminar Internasional. Foto: Dok. PKB
Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKB Muhaimin Iskandar (Gus Ami) menilai model pembangunan yang ekstraktif (mengambil langsung dari alam) dan tinggi karbon telah menyebabkan terjadinya bencana ekologis.
ADVERTISEMENT
Gus Ami melihat, pertumbuhan ekonomi Indonesia malah menyebabkan krisis pembiayaan dan naiknya anggaran kesehatan dan bencana karena polusi, kebakaran hutan, dan penggunaan mode tranportasi yang tidak ramah lingkungan.
"Saatnya kita menggunakan pembangunan rendah karbon. Kita percaya Ekonomi Hijau akan dapat mendorong 24 juta lapangan pekerjaan baru. Penggunaan Renewable Technology akan menciptakan peluang ribuan pekerjaan baru," kata Gus Ami dalam Webinar Green Economy mendorong kebijakan Pembangunan Rendah Karbon di Indonesia, Kamis (29/4).
Bahkan mengutip hasil kajian Bappenas, lanjut Gus Ami, pengembangan energi baru akan menciptakan 103 ribu pekerjaan setiap tahunnya.
"Inilah masa depan kita, masa depan pembangunan Indonesia. Saatnya kita memberikan apresiasi dan dukungan yang besar terhadap upaya mendorong regulasi pembangunan yang ramah lingkungan," ujar Gus Ami.
PKB Ingin Indonesia Terapkan Pembangunan Rendah Karbon (217159)
Foto udara sejumlah warga melihat tumpukan kayu di salah satu jembatan penghubung antardesa yang rusak di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur , Rabu (7/4). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Lebih lanjut, Ketua Umum PKB itu berpendapat, pembangunan yang selama ini dilakukan Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan, namun, kemampuan sumber daya alam terus menurun. Pertumbuhan ekonomi tak dapat dipertahankan apabila mengabaikan kemampuan sumber daya alam dan mutu lingkungan hidup.
ADVERTISEMENT
“Indonesia saat ini berada di jalur pembangunan yang sulit untuk dipertahankan. Eksploitasi sumber daya alam secara terus menerus, penerapan pembangunan yang tinggi karbon, penggunaan energi dan yang berbahan fosil dan tidak efisien, telah berdampak pada kualitas lingkungan. Selain itu, model pembangunan yang eksploitatif dan ekstraktif telah menyebabkan terus bencana ekologis dan hidrometeorologi yang semakin sering terjadi,” papar Gus Ami.
Gus Ami menegaskan, upaya untuk mewujudkan visi Indonesia yang maju dan lestari membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pengusaha/swasta, politisi, penentu kebijakan, kepala daerah dan kelompok sipil.
“Saat ini, kita perlu komitmen dan upaya masif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan serta menurunkan emisi karbon secara bersamaan, terlebih di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang menyebabkan 2,7 juta penduduk di Indonesia kehilangan pekerjaan sehingga meningkatkan tingkat pengangguran," tegas Gus Ami.
ADVERTISEMENT