PKB Respons Gus Yahya: Kami Alat Politik NU

24 Mei 2022 17:47
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
PKB Respons Gus Yahya: Kami Alat Politik NU (19177)
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyampaikan pidatonya usai penandatanganan pakta integritas dan penyerahan form Model B.1-KWK Parpol bagi calon kepala daerah dari PKB di Jakarta, Senin (24/8). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid angkat bicara soal pernyataan Ketua Umum PBNU Gus Yahya yang meminta NU tak dijadikan alat politik. Menurut dia, pernyataan itu tak ditujukan bagi PKB melainkan untuk partai politik lain.
ADVERTISEMENT
"Tentu kami setuju [dengan pernyataan Gus Yahya]. Memang alat politik NU itu PKB. Jadi apa yang disampaikan beliau untuk partai-partai lain bukan untuk PKB," kata Jazilul di Gedung DPR Senayan, Selasa (24/5).
"Karena PKB dan NU ibarat dua sisi mata uang, tidak akan bisa dipisahkan karena kelahiran PKB dari PBNU, dari NU untuk bangsa," imbuhnya.
Jazilul menekankan, PKB tak bisa dipisahkan dari NU. Menurut dia, PBNU adalah visi politik PKB. Sehingga semua visi di NU diperjuangkan PKB lewat jalur politik.
Ia pun bersyukur karena ini, PKB menjadi satu-satunya partai yang berhaluan Al-sunnah wa al-Jama'ah atau satu-satunya partai parlemen yang menjalankan misi dan visi politik rahmatan lil alamin.
"Akhirnya PKB menjadi partai Islam terbesar ini karena platform yang digunakan, platform Islam al-sunnah wa al-jama'ah, Islam Nusantara. Itu makanya PKB ini menjadi kekuatan politik yang mewadahi para Nahdliyyin para warga NU," ujarnya.
PKB Respons Gus Yahya: Kami Alat Politik NU (19178)
zoom-in-whitePerbesar
Gus Yahya tanda tangani piagam pencanangan kantor PBNU di IKN, Minggu (30/1). Foto: YouTube/TV NU
"Saya ini lahir dari NU. Tidak bakal bisa dipisahkan dari NU, meskipun saya PKB," tambah dia.
ADVERTISEMENT
Jazilul menegaskan, PKB menjadi bagian yang menjalankan visi dan misi NU yakni visi moderasi toleransi. Tetapi partai lain tentu tak relevan untuk menjalankan visi dan misi NU.
"Tapi kalau ada orang bilang Golkar itu NU, enggak mungkin, dari mana sejarahnya? PDIP itu NU, enggak mungkin dari mana sejarahnya. Enggak ada sejarah itu," terang Jazilul.
"Kalau PKB lahir dari NU semua menyaksikan mulai dari deklarasinya, tokoh-tokohnya, mulai dari pendirinya, pemimpinnya. Meskipun PKB menjadi partai terbuka untuk semua golongan dan kelompok," tandasnya.
Sebelumnya, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf menanggapi pernyataan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengklaim dapat dukungan dari warga Nahdiliyin untuk maju sebagai capres pada Pilpres 2024 mendatang.
ADVERTISEMENT
Gus Yahya menunggu bukti apakah benar klaim Cak Imin tersebut. Menurut dia, bukti itu akan terlihat dari hasil pemilu. Gus Yahya juga mengingatkan agar elite politik agar tidak memakai identitas agama dan NU, untuk mengeklaim dukungan.
"Tidak boleh mengeksploitasi identitas NU untuk politik, tidak. NU ini untuk selalu bangsa," tegasnya.
"Untuk semua partai. Jadi NU itu ndak boleh digunakan sebagai senjata untuk kompetisi politik. Karena kalau kita biarkan terus-terus begini, ini tidak sehat," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020