Politik
·
9 November 2018 13:51

PKB soal Politik Genderuwo: Mungkin Salah Satu Yang Dimaksud Prabowo

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PKB soal Politik Genderuwo: Mungkin Salah Satu Yang Dimaksud Prabowo (9045)
Abdul Kadir Karding (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding ikut mengomentari pernyataan Jokowi soal politik genderuwo saat membagikan sertifikat tanah di Tegal. Karding menilai politik genderuwo adalah sebuah kampanye yang membangun narasi propaganda tentang ketakutan, tentang kegalauan di tengah-tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, isu-isu seperti itu sengaja dihadirkan di tengah masyarakat untuk membuat mereka takut.
"Jadi rakyat sedemikian rupa dihantui oleh isu-isu palsu, isu-isu hoaks, fitnah, nyinyir yang tujuannya adalah menakut-nakuti rakyat, menjadikan rakyat pada titik stres, galau, dan menurunkan optimisme atau menjadikan rakyat semakin pesimis," kata Karding melalui pesan singkat, Jumat (9/11).
Karding menilai, salah satu politisi yang dimaksud Jokowi melancarkan politik genderuwo itu adalah kompetitornya di pilpres, yaitu Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, menurut Karding, Prabowo kerap melontarkan pernyataan pesmistis yang menakuti masyarakat.
"Kalau Pak Prabowo sering melontarkan pesimisme, pernyataan yang agitator dan propagandis terkait hal-hal yang menakutkan, ya mungkin salah satu yang dimaksud salah satunya adalah Pak Prabowo," ujarnya.
PKB soal Politik Genderuwo: Mungkin Salah Satu Yang Dimaksud Prabowo (9046)
Prabowo Subianto berkunjung ke kediaman Kiyai Misbachul Munir Al Mubarok, Demak. (Foto: Dok. Tim Media Prabowo)
ADVERTISEMENT
Menurut Karding, masyarakat seharusnya diberikan pendidikan politik yang membuat tenang dan nyaman dalam menghadapi tahun politik ini.
"Rakyat mesti diberikan pendidikan politik, mesti diberi pernyataan-pernyataan yang bisa dicerna oleh akal sehat sesuai dengan adat kebudayaan kita, dan tentu memiliki makna optimisme ke depan," pungkasnya.
Sebelumnya, Jokowi menyinggung politikus yang kerap menakuti rakyat. Ia menyebut politikus seperti itu tidak memiliki sopan santun politik yang baik.
Ia mengaku heran mengapa politikus tersebut justru membuat masyarakatnya takut, bukan memberikan ketenangan kepada masyarakat.
"Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Enggak benar kan? Itu sering saya sampaikan, itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti," kata Jokowi di Tegal, Jawa Tengah.