PKS: Capres Masih Terus Dikaji, Anies Salah Satunya

16 Agustus 2022 13:21
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpelukan dengan Salim Segaf Al Jufri di Rakornas PKS di Hotel Bidakara Grand Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan.  Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpelukan dengan Salim Segaf Al Jufri di Rakornas PKS di Hotel Bidakara Grand Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
ADVERTISEMENT
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Jazuli Juwaini mengatakan, partainya saat ini masih mengkaji sosok calon presiden yang akan mereka usung dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang.
ADVERTISEMENT
Jazuli menjelaskan, partainya saat ini telah mengkaji beberapa nama yang akan mereka usung, salah satu nama yang menguat adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
"Untuk nama capres ini masih kita kaji masih terus kita dalami, kita lihat terus kriteria-kriteria. Insyaallah Pak Anies salah satu yang dikaji, juga anak bangsa lain yang hebat-hebat masih masuk juga dalam daftar untuk dikaji dan didalami," kata Jazuli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Gubernur DKI Anies baswedan, Sohibul Imam dan Salim Segaf Al Jufri menghadiri rakornas PKS di Hotel Bidakara Grand Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Anies baswedan, Sohibul Imam dan Salim Segaf Al Jufri menghadiri rakornas PKS di Hotel Bidakara Grand Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Jazuli mengatakan, kandidat capres yang sedang dibahas tidak akan dibuka ke publik karena bukan untuk dipamerkan. Nantinya, PKS akan mengumumkan nama capres yang mereka usung setelah diputuskan.
"Kuat tidak kuat itu nanti begitu diumumkan. Kita akan mengkaji, ini bukan pameran, untuk dipamer-pamerin," tutur Jazuli.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Jazuli menuturkan, PKS akan menentukan dulu koalisi yang dia ibaratkan seperti mencari perahu, baru kemudian mencari nakhoda yang tepat.
"Setelah kita dapat perahu, kita cari nakhoda yang pas. Jangan sampai kita sudah dapat perahu yang bagus, kita nggak dapat nakhoda yang pas, bingung pula enggak ngerti kompas," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020