PKS: Pesawat Presiden Dicat Bukan Prioritas, Anggaran Harusnya untuk COVID-19

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mardani Ali Sera. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mardani Ali Sera. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengkritisi pengecatan pesawat kepresidenan menjadi merah. Menurut dia, di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini, pengecatan pesawat bukanlah sebuah prioritas.

Apalagi, kondisi keuangan negara saat ini tengah terpuruk karena pandemi yang tak kunjung selesai.

"Semua anggaran fokus untuk penanganan COVID-19. Mengecat pesawat tidak prioritas saat ini," kata Mardani, Selasa (3/8).

kumparan post embed

Selain itu, Mardani yang juga anggota Komisi II DPR ini mengatakan, komisinya bakal meminta penjelasan Setneg dan Setkab soal pengecatan ulang pesawat kepresidenan.

Pasalnya, pengecatan pesawat kepresidenan menggunakan anggaran Setneg. Setneg merupakan mitra Komisi II DPR.

Pengamat penerbangan Alvin Lie sebelumnya menyebut biaya cat ulang pesawat kepresidenan berkisar Rp 1,4 miliar hingga Rp 2,1 miliar.

Presiden Joko Widodo dan rombongan tiba di Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin untuk kemudian berganti pesawat untuk menuju Tana Toraja. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

"Ini bisa di bawah Seskab atau Setneg. Kami di Komisi II akan mendalami fakta ini dalam RDP yang akan datang," kata Mardani.

"Sudah jadi isu publik. Wajib dijelaskan," imbuhnya.

Istana sendiri sudah membenarkan pengecatan pesawat kepresidenan bersamaan dengan helikopter. Kasetpres Heru Budi Hartono mengatakan, rencana pengecatan pesawat menjadi merah sudah direncanakan sejak 2019.

Selain itu, biaya pengecatan tidak mengganggu alokasi anggaran untuk COVID-19. Sebab, Setneg sudah melakukan alokasi anggaran untuk corona sesuai dengan arahan Kemenkeu.