PKS: Program Penceramah Bersertifikat Kadung Diluncurkan, Mohon Ditinjau Kembali

23 September 2020 12:24
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf. Foto: Dok. Pribadi
ADVERTISEMENT
Meski menuai pro dan kontra, program penceramah bersertifikat telah resmi diluncurkan Kementerian Agama pada 18 September lalu, dengan nama Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama.
ADVERTISEMENT
Salah satu pengkritik keras program itu adalah Fraksi PKS. Anggota Komisi VIII F-PKS Bukhori Yusuf meminta agar program tersebut ditinjau ulang.
"Kami berharap kemarin sudah kadung diluncurkan mohonlah ditinjau kembali," kata Bukhori dalam rapat Komisi VIII DPR bersama Kementerian Agama yang dipimpin Wamenag Zainut Tauhid, Rabu (23/9).
Sebab, Bukhori mengaku menyerap aspirasi dari berbagai dai yang ada di masyarakat. Pun, menurut Bukhori, program itu masih menimbulkan spekulasi yang tak jelas di masyarakat.
"Kami mohon, Pak, masalah sertifikasi dai, walaupun ini disebut dai bersertifikat, ini di masyarakat masih spekulasi. Banyak sekali berbagai macam dai-dai kita yang mengkritik sangat keras," papar Legislator dapil Jateng itu.
"Supaya bisa mengambil hati masyarakat di saat pandemi seperti ini mestinya negara dan bangsa itu bersama-sama," tegas Bukhori.
ADVERTISEMENT
Saat peluncuran program itu Jumat (18/9) Wamenag Zainut Tauhid menjawab soal kekhawatiran program tersebut cenderung akan pro pemerintah. Dalam pelaksanaannya, Zainut menegaskan program tersebut juga melibatkan sejumlah ormas.
"Apakah perlu lembaga independen saya kira enggak perlu karena selain kemenag juga ada ormas-ormas keagamaan. Kami dalam pelaksanaan program ini akan mengikutsertakan ormas atau lembaga keagamaan, mungkin bentuknya bisa dengan pendampingan program," tutur Zainut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020