News
·
29 Januari 2021 12:56

PKS soal IPK Indonesia Turun: Lampu Kuning Pemberantasan Korupsi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PKS soal IPK Indonesia Turun: Lampu Kuning Pemberantasan Korupsi (26800)
Ilustrasi logo KPK. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2020 mengalami penurunan menurut data Transparency Internasional. Dari catatan TI, skor IPK Indonesia 37 dan menempati peringkat 102 dari 180 negara.
ADVERTISEMENT
Dengan hasil ini, IPK Indonesia di era pemerintahan Jokowi mengalami kemerosotan. TI mencatat sudah empat kali IPK Indonesia mengalami penurunan. Terakhir terakhir pada 2007 silam.
Menanggapi hal ini, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera meminta semua pihak tidak menganggap remeh penurunan skor IPK Indonesia.
"Ini musibah. Ini jadi tamparan bagi kita semua," kata Mardani saat dimintai tanggapan, Jumat (29/1).
PKS soal IPK Indonesia Turun: Lampu Kuning Pemberantasan Korupsi (26801)
Mardani Ali Sera. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Ia menduga salah satu penyebabnya adalah polemik revisi UU KPK yang memicu demonstrasi beberapa waktu lalu. Juga soal komposisi pimpinan KPK dengan Ketua Firli Bahuri yang terus menjadi sorotan publik.
"Saham terbesar ada pada revisi UU KPK dan persepsi pada formasi pimpinan KPK yang ada," tutur Mardani.
"Berita kasus Novel [Baswedan] yang tidak tuntas atau kasus kecil seperti penggunaan helikopter dan lain-lain mungkin dianggap kecil. Tetapi oleh publik kesalahan kecil oleh pimpinan KPK dipersepsi keburukan bagi penegakkan antikorupsi di Indonesia," imbuh dia.
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi II DPR itu mengingatkan turunnya IPK harus menjadi peringatan bagi kerja pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Ini jadi lampu kuning pemberantasan korupsi di Indonesia," tandas legislator dapil Jakarta itu.
PKS soal IPK Indonesia Turun: Lampu Kuning Pemberantasan Korupsi (26802)
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2020. Foto: Transparency International Indonesia
Untuk diketahui, di tingkat ASEAN, posisi pertama dengan IPK tertinggi adalah Singapura dengan angka 85; diikuti oleh Brunei Darussalam di angka 60; Malaysia di angka 51; Timor Leste di angka 40; lalu Indonesia di angka 37.
Sementara berdasarkan survei TII sejak 1995, IPK Indonesia tercatat pernah turun 4 kali. Penurunan pertama kali pada 1998. Saat itu, skor turun 7 poin dari 27 menjadi 20. Lalu pada 1999, skor turun 3 poin dari 20 menjadi 17. Penurunan terakhir kali terjadi pada 2007, skor turun dari 24 menjadi 21.
ADVERTISEMENT