PM Swedia soal Pembakaran Al-Quran: Warga Diizinkan Mengekspresikan Pendapat

16 April 2022 11:53 WIB
·
waktu baca 1 menit
Perdana Menteri baru Swedia Magdalena Andersson. Foto: Erik Simander /Kantor Berita TT/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri baru Swedia Magdalena Andersson. Foto: Erik Simander /Kantor Berita TT/via REUTERS
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson membela aksi pembakaran kitab suci Al-Quran yang dilakukan oleh politisi sayap kanan garis keras Rasmus Paludan pada Sabtu (16/4/2022).
ADVERTISEMENT
Diketahui, Paludan mengunjungi sebuah wilayah berpenduduk mayoritas muslim di Swedia, lalu membakar Al-Quran dengan pengawalan aparat. Sedikitnya 200 demonstran memprotes aksi tersebut dengan melempar batu kepada polisi dan membakar kendaraan aparat.
Andersson mengatakan bahwa aksi Paludan merupakan sebuah bentuk kebebasan berekspresi, dan menyerukan bahwa kekerasan tidak sepatutnya dilakukan.
Demonstran membakar bus polisi saat menentang politisi anti-Muslim Denmark Rasmus Paludan dan partai Stram Kurs-nya, di taman Sveaparken di Orebro, Swedia, Jumat (15/4/2022). Foto: Kicki Nilsson/ TT News Agency/via Reuters
"Di Swedia, orang-orang diizinkan untuk mengekspresikan pendapat mereka, tidak peduli jika aksi tersebut sopan atau tidak sopan. Itu adalah bagian dari demokrasi kita," ujar Andersson kepada sebuah kantor berita setempat. "Tidak peduli apa yang Anda pikirkan, Anda tidak boleh menggunakan kekerasan. Kami tidak akan menerima itu."
Ia juga mengatakan bahwa seharusnya masyarakat tidak terhasut oleh perbuatan Paludan.
"Ini adalah jenis reaksi kekerasan yang [Rasmus Paludan] inginkan. Tujuannya adalah untuk menghasut orang untuk saling melawan." lanjut dia.
ADVERTISEMENT
*****
kumparan bagi-bagi starter pack kuliah senilai total Rp 30 juta untuk peserta SNMPTN 2022. Lolos atau nggak, kamu bisa tetap ikutan, lho! Intip mekanismenya di LINK ini.