News
·
17 Juli 2021 14:44
·
waktu baca 2 menit

PMI Ungkap Kendala Donor Plasma Konvalesen: Banyak Penyintas Tak Penuhi Syarat

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PMI Ungkap Kendala Donor Plasma Konvalesen: Banyak Penyintas Tak Penuhi Syarat (1100843)
searchPerbesar
Sekjen PMI Sudirman Said. Foto: Dok. Pribadi
Sekjen Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengungkapkan sulitnya kondisi donor plasma konvalesen bagi pasien corona bergejala ringan dan sedang.
ADVERTISEMENT
Sudirman mengungkapkan saat ini jumlah penyintas COVID-19 yang mendonorkan plasmanya justru semakin sedikit. Padahal, situasi pandemi saat ini justru semakin mengkhawatirkan menyusul penambahan kasus hariannya yang terus mencapai rekor tertinggi.
"Pertama perlu dijelaskan bahwa dari 2,1 juta penyintas, itu mungkin kalau semuanya bersedia donor, yang memenuhi syarat mungkin 5 persen pun tidak sampai. By nature suplainya akan sulit, sementara permintaannya meningkat karena dua hal. Satu, beberapa treatment yang dulu terbukti efektif, kedua, jumlah yang positif naik," ujar Sudirman dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu (17/7).
Ia bercerita dulu antrean donor plasma konvalesen paling banyak sekitar 1.000 orang. Namun, di tengah lonjakan kasus COVID-19 saat ini, antrean untuk mendapatkan donor plasma bahkan meningkat jadi 5.000 orang.
ADVERTISEMENT
"Sekarang kita susah di jumlah pendonor. Kalau kita dapat 1.000 sehari, mungkin akan cukup. Sekarang ini baru sekitar 600an sehari," jelasnya.
PMI Ungkap Kendala Donor Plasma Konvalesen: Banyak Penyintas Tak Penuhi Syarat (1100844)
searchPerbesar
Perawat menunjukan plasma konvalesen milik pasien sembuh COVID-19 di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta, Senin (21/6). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Menurutnya, salah satu alasan mengapa banyak penyintas tak melakukan donor karena mereka yang takut keluar rumah setelah sembuh dari corona. Meski begitu, Sudirman menekankan donor plasma konvalesen ini bersifat sukarela dan tidak ada paksaan.
"Mendonor itu sukarela ya, jadi kita tidak bisa memaksa. Mungkin juga di antara mereka yang sudah sembuh itu tidak semuanya punya keberanian untuk keluar rumah apalagi ke fasilitas kesehatan," ucap Sudirman.
"Kalau kesiapan, tenaga kita ada mesin ada, kebutuhan jelas. Sekarang tinggal kita dorong supaya makin banyak yang mau donor menyumbangkan plasmanya," tutup dia.