kumparan
31 Desember 2019 19:23

Polda Jatim Berangkatkan 200 Brimob Ke Daerah Rawan Konflik Papua

Upacara pemberangkatan 200 Brimob ke papua
Upacara pemberangkatan 200 Brimob Polda Jatim BKO ke Papua Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Sebanyak 200 personel Brimob Polda Jatim dikirim ke Papua untuk Bantuan Kendali Operasi (BKO). Mereka bakal ditempatkan di sejumlah kawasan rawan konflik dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), seperti wilayah Puncak dan Puncak Jaya.
ADVERTISEMENT
Wakapolda Jatim Brigjen Pol Djamaludin mengatakan, 200 personel Brimob bakal diberangkatkan pada pergantian tahun baru, Selasa (31/12), malam nanti. Para personel Brimob ini akan bertugas selama enam bulan di wilayah rawan konflik tersebut.
“Mereka sebelum berangkat beberapa bulan lalu sudah dilakukan pelatihan. Dan tadi saat kita tanya ada yang sudah dua kali BKO di Papua. Jadi mereka ada yang sudah mengenal wilayah,” jelas Djamaludin di usai upacara pemberangkatan di lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (31/12).
Upacara pemberangkatan 200 Brimob ke papua
Upacara pemberangkatan 200 Brimob Polda Jatim BKO ke Papua Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Djamaludin menyebut, tugas para anggota Brimob ini bukan hanya ikut mengamankan kondusivitas wilayah Puncak dan Puncak Jaya. Melainkan, juga mengabdi kepada masyarakat sekitar dengan memberi sumbangan ratusan bibit tanaman, tas, dan sepatu untuk anak sekolah.
ADVERTISEMENT
“Tadi ada pembagian tas, sarana kontak dalam rangka operasi kemanusiaan,” jelasnya.
Upacara pemberangkatan 200 Brimob ke papua
Upacara pemberangkatan 200 Brimob Polda Jatim BKO ke Papua Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Sementara itu, nampak sejumlah sniper Brimob juga diikutsertakan dalam BKO tersebut. Djamaludin menuturkan, para sniper hanya dibutuhkan pada kondisi darurat saja.
“Ya itu tergantung daripada ancaman yang ada di lapangan. Tadi sambutan Pak Kapolda (saya wakilkan) berintensitas tinggi. Jadi kalau ada ancaman seperti itu ya mereka inilah yang akan menghadapi,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan