kumparan
13 Januari 2020 15:37

Polda Jatim Telusuri Senjata dari Lumajang yang Dijual ke KKB Papua

Ilustrasi senjata api
Ilustrasi senjata api Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Polda Papua mendapat informasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mendapat pasokan senjata rakitan ilegal dari Lumajang, Jatim. Menindaklanjuti kasus ini, Polda Jatim telah berkoordinasi dengan 18 markas polisi lain, termasuk Polda Papua untuk menelusuri senjata itu.
ADVERTISEMENT
“Kita sudah mengirimkan surat kepada 18 kurang lebih polda dan sudah komunikasi langsung dengan polda setempat untuk menganalisa data (senjata) yang dijual ke sana,” jelas Gidion di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (13/1).
Gidion menyebut, penyelundupan senjata itu perlu diwaspadai, khususnya untuk senjata dengan kaliber 6,5-9. Pasalnya, berpotensi digunakan KKB untuk melakukan serangan di wilayah Papua.
“Kekhawatirannya kan untuk KKB untuk kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Khususnya yang kalibernya tinggi. Kalau yang 4,5 mungkin masih. Kalau yang 6,5 ke atas 9 itu yang perlu pengawasan khusus. Dan beberapa polda juga sudah menyampaikan komunikasinya untuk menindaklanjuti,” jelasnya.
Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.
Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengungkapkan selain dari Lumajang, ada penyelundupan senjata masuk ke Papua dari luar negeri, khususnya dari Filipina. Dugaan itu menyusul maraknya teror penembakan KKB di sejumlah daerah Papua.
ADVERTISEMENT
Waterpauw juga meminta dukungan masyarakat setempat agar dapat memberikan informasi bila mendapati adanya transaksi senjata ilegal itu.
"Memang ada info-info, bahwa bukan hanya dari dalam negeri, ada juga dari luar negeri. Ada indikasi dari perbatasan itu juga masuk. Lalu dari Filipina juga masuk melalui Maluku Utara, kemudian ke Sorong, Papua Barat, lalu masuk ke Papua. Banyak jalan yang mereka gunakan. Itu yang sedang kami lacak," kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, di Timika, seperi dilansir Antara, Senin (13/1).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan