Polda Sumut Gelar Perkara Ulang soal PKL Jadi Tersangka karena Dilaporkan Preman

10 Oktober 2021 14:28
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Polda Sumut Gelar Perkara Ulang soal PKL Jadi Tersangka karena Dilaporkan Preman (19420)
searchPerbesar
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi (dua dari kiri) saat menyampaikan keterangan pers. Foto: Dok. Istimewa
Polda Sumut merespons soal pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, yang ditetapkan sebagai tersangka karena dilaporkan BS, preman yang menganiayanya.
ADVERTISEMENT
Menyikapi ini, Polda Sumut langsung membentuk tim khusus guna mendalami kasus ini. Langkah itu diambil atas instruksi Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra.
“Maka Kapolda Sumut telah memerintah Dirreskrimum dan Kapolrestabes Medan untuk membentuk tim dan menarik penanganan perkara penganiayaan ini dilakukan penyidikan oleh Satreskrim Polrestabes Medan,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Minggu (10/10).
Hadi menegaskan, perkara ini terjadi pada 5 September 2021. Saat itu, LW diduga dianiaya 3 preman, salah satunya BS. Kini BS telah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan.
"Tim saat ini juga sedang mengejar dua pelaku lainnya yaitu DD dan FR, kami mengimbau kepada kedua pelaku tersebut agar segera menyerahkan diri," ujar Hadi.
ADVERTISEMENT
Mengenai penetapan tersangka LW oleh Polsek Percut Sei Tuan, kata Hadi itu, berdasarkan laporan balik dari BS. Namun dalam memastikan fakta sebenarnya, gelar perkara akan diulang.
"Ditreskrimum Polda Sumut akan melakukan gelar perkara dan menarik penanganannya, guna mendalami fakta sebenarnya,” kata Hadi.
Lebih lanjut, Hadi meminta masyarakat mempercayakan penanganan dan penyidikan kasus ini kepada Polda Sumut. Ia memastikan polisi akan bertindak professional.
"Polda Sumut akan bekerja secara profesional dalam menangani perkara saling lapor antara LW pedagang Pasar Gambir dan BS," tutup dia.
Sebelumnya, kasus ini bermula dari video viral yang menunjukkan LW diduga dipukuli oleh BS. Video itu direkam warga lalu viral di media sosial.
Setelah video beredar, polisi menurunkan anggotanya dan menangkap BS. Dia lalu ditetapkan tersangka penganiayaan.
ADVERTISEMENT
Dari hasil interogasi, pertengkaran antara keduanya bermula lantaran BS menilai becak barang milik LW yang terparkir di pinggir jalan dianggap menghalangi kendaraan lain. Lalu terjadi cekcok dan penganiayaan.
Ternyata keduanya justru saling lapor sebagai korban penganiayaan. BS yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga merasa dianiaya oleh LW. Dia lalu membuat laporan serupa ke polisi.
===
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020