News
·
3 Mei 2021 18:26

Polda Sumut Usut Dana Rapid Test Antigen Bekas yang Diduga untuk Bangun Rumah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polda Sumut Usut Dana Rapid Test Antigen Bekas yang Diduga untuk Bangun Rumah (88567)
Petugas keamanan bandara berjaga di lokasi pelayanan swab Antigen yang telah ditutup di Bandara Internasional Kualanamu (28/4). Foto: Adiva Niki/ANTARA FOTO
Polisi menyelidiki dugaan aliran dana rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu. Salah satu yang jadi sorotan dana itu diduga digunakan tersangka PM (45) untuk membangun rumah mewah di Sumatera Selatan.
ADVERTISEMENT
PM merupakan Manager Business Laboratorium Kimia Farma di Medan. Dia juga otak pendaur ulang stik swab antigen di Bandara Kualanamu.
Dia diketahui membangun rumah pada awal Januari 2021 dan pembangunannya berhenti setelah ditangkap pada Selasa (27/4). Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki aliran dana tersebut.
“Masih dalam pendalaman,” ujar Hadi kepada kumparan, Senin (3/5).
Polda Sumut Usut Dana Rapid Test Antigen Bekas yang Diduga untuk Bangun Rumah (88568)
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi. Foto: Dok. Istimewa
Hadi mengatakan tidak menutup kemungkinan dilakukan penyitaan bila dari hasil penyelidikan ditemukan bukti pembangunan rumah mewah itu dari dana swab bekas.
“Penyidikan aja baru jalan, [tunggu] cukup bukti. Nanti kalau penyidik sudah ada kesimpulan akan disampaikan. Prinsipnya informasi apa pun yang didapat oleh penyidik itu akan didalami,” tuturnya.
Selama menjalankan aksinya, PM membagi tugas ke masing-masing karyawannya yang diketahui berinisial SR (19), DJ (20), M (30), dan R (21). Pembagian tugas berbeda-beda mulai dari administrasi calon penumpang hingga mendaur ulang stik cotton rapid test antigen.
Polda Sumut Usut Dana Rapid Test Antigen Bekas yang Diduga untuk Bangun Rumah (88569)
Para tersangka kasus rapid test bekas antigen Kimia Farma di Bandara Kualanamu. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
Selama menjalankan aksinya, para tersangka juga memalsukan jumlah data penumpang yang melakukan swab antigen di Bandara Kualanamu. Aksi itu mereka lakukan sejak 17 Desember 2020.
ADVERTISEMENT
Jika ada 250 orang yang diswab, tersangka hanya melaporkan ke bandara dan Laboratorium Kimia Farma sekitar 100 orang. Dari sisa data penumpang yang tidak dilaporkan, uangnya masuk ke kantor pribadi PM yang kemudian dibagikan ke empat tersangka lainnya.
Rata-rata pelaku mendapatkan sekitar Rp 30 juta per hari dari hasil kejahatannya.