kumparan
15 Juli 2019 21:55

Polisi Bekuk Tiga Kakak-Adik Spesialis Curanmor di Garut

Polisi mengintrogasi pelaku pencuan di Kabupaten Garu
Polisi mengintrogasi pelaku pencurian di Kabupaten Garut. Foto: kumparan
Tiga orang kakak beradik berinisial UA (29), IA (24), dan SE (21), ditangkap Kepolisian Resor Garut. Mereka ditangkap polisi di rumahnya pada Minggu (14/7) malam karena diduga menjadi komplotan pencuri kendaraan bermotor.
ADVERTISEMENT
Kapolsek Tarogong Kidul Kompol Hermansyah menyebut ketiga kakak beradik itu ditangkap berdasarkan laporan yang diterima kepolisian pada Mei 2019.
"Berawal dari laporan tersebut, kami melakukan penyelidikan dan kemarin malam kami menangkap tiga orang yang masih satu keluarga dan salah satunya residivis pada kasus yang sama," ujar Hermansyah, Senin (15/7).
Hermansyah menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiga kakak beradik itu telah puluhan kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Garut. Khusus di wilayah Polsek Tarogong Kidul, ketiganya mengaku telah melakukan aksi pencurian sebanyak tiga kali.
Setiap aksinya, kata Hermansyah, ketiga kakak beradik itu berbagi peran. Ada yang berperan menjadi joki, eksekutor, bahkan mengantarkan motor curian ke penadah.
"Yang menjadi pemetik (eksekutor) yang paling tua. Adik-adiknya jadi joki saja, baik saat aksi maupun mengantarkan motor ke pemodal," ungkapnya.
Polisi mengintrogasi pelaku pencuan di Kabupaten Garu
Barang bukti pencurian motor di Kabupaten Garut. Foto: kumparan
Hermansyah menjelaskan para pelaku melakukan aksinya berdasarkan pesanan dari seorang penadah yang berada di wilayah Jabar bagian Selatan. Setiap menjalankan aksi, untuk eksekutor diberi upah hingga Rp 1 juta, sedangkan joki Rp 500 ribu.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ketiga kakak beradik tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan merupakan kelompok jaringan spesialis curanmor grup Jabar Selatan.
"Jadi memang ada beberapa kelompok yang termasuk jaringan yang penadahnya sama. Dalam seminggu mereka bisa memetik (mencuri) 5 motor. Dugaan sementara hasilnya dijual di wilayahnya penadah di Jabar Selatan juga," ungkapnya.
"Kita terus kembangkan, semoga bisa kita tangkap seluruh jaringannya," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan