News
·
15 September 2021 20:21
·
waktu baca 2 menit

Polisi Buru Penadah Kasus Penggelapan 40 Mobil Rental di Depok

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi Buru Penadah Kasus Penggelapan 40 Mobil Rental di Depok (1243252)
searchPerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus bersama Kapolres Metro Depok Depok dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok menunjukan barang bukti kunci kendaraan mobil. Foto: Dok. Istimewa
Polres Metro Depok masih memburu para penadah kendaraan di kasus penggelapan 40 mobil rental. Selain para penadah, polisi juga masih mencari sembilan mobil yang telah dijual kelima pelaku yakni DD, AG, BM, NT, dan NA.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, masih terdapat sembilan mobil dari 40 kendaraan yang disewa pelaku DD dan dijual kembali bersama rekannya kepada orang lain.
Jumlah tersebut terungkap dari korban yang terus berdatangan ke Polres Metro Depok memberikan laporan telah menjadi korban penipuan DD.
“Ada sembilan yang masih kita buru kendaraannya, berikut juga pembeli yang diduga penadah,” ujar Yusri kepada kumparan, Rabu (15/9).
Yusri meminta kepada para pembeli kendaraan yang telah dijual para pelaku dengan harga tidak wajar, segera menyerahkan mobil tersebut ke kepolisian. Para pembeli kendaraan dengan harga tidak wajar dari sebuah kejahatan dapat diancam hukuman Pasal 480 tentang tindak pidana penadahan.
“Jadi tolong yang beli dengan harga tidak wajar tolong serahkan, karena ke mana pun akan kami kejar,” tegas Yusri.
Polisi Buru Penadah Kasus Penggelapan 40 Mobil Rental di Depok (1243253)
searchPerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus bersama Kapolres Metro Depok Depok dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok menunjukan barang bukti kunci kendaraan mobil. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Yusri menjelaskan, satu unit kendaraan yang dijual hanya seharga Rp 60 hingga Rp 70 juta. Padahal apabila harga normal kendaraan yang dijual DD dapat mencapai Rp 200 juta.
“Kan ini harga tidak wajar, dijual cukup dengan STNK saja padahal harus dengan BPKB,” ungkap Yusri.
Yusri mengungkapkan, hasil penjualan tersebut 10 persen diberikan kepada empat pelaku yang menjadi kaki tangan pelaku DD. Sisanya seluruh keuntungan diambil oleh DD.
“Setelah di potong 10 persen kepada pelaku lainnya, uang penjualan dinikmati DD,” terang Yusri.
Diketahui, DD merupakan pekerja serabutan dan memiliki banyak utang. Dari hasil penjualan mobil milik orang lain tersebut digunakan untuk membayar utang. Cara menjual mobil dengan tatap muka dan rekan yang dikenalkan.
ADVERTISEMENT
“Jualnya door to door saja, perkenalan saja. Ada yang di Depok sini, Bekasi, bahkan sampai Karawang,” tutur Yusri.
==