News
·
8 Mei 2019 22:32

Polisi Ciduk 6 Remaja yang Diduga Menyerang Warnet di Medan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi Ciduk 6 Remaja yang Diduga Menyerang Warnet di Medan (500123)
Ilustrasi kriminalitas di jalanan. Foto: Muhammad Faisal Nu'man
Puluhan remaja yang mengendarai sepeda motor menyerang sebuah warung internet (warnet) di Kota Medan, Rabu (8/5) dini hari.
ADVERTISEMENT
Akibat aksi ini, beberapa unit komputer di tempat itu rusak. Sampai sekarang belum diketahui penyebab aksi brutal itu. Namun pihak kepolisian berhasil mengamankan 6 orang yang diduga sebagai pelaku aksi pengerusakan ini.
"Tapi keenam orang ini belum tentu tersangka yang turut serta melakukan pelemparan batu ke warnet," ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Ipda AE Rambe, Rabu (8/5).
Polisi Ciduk 6 Remaja yang Diduga Menyerang Warnet di Medan (500124)
Ilustrasi warung internet. Foto: Shutterstock
Rambe menyebut keenam remaja itu ditangkap oleh warga yang kemudian diserahkan ke polisi. Sejauh ini, kata Rambe, baru dua orang yang sudah diperiksa.
"Kita akan gali keterangan dari keenam orang ini. Karena ada satu orang teman mereka yang geng motor. Tapi mereka belum mau bicara," ujar Rambe
Dari laporan yang diterima polisi ternyata bukan warnet saja yang jadi sasaran para remaja tersebut. Mereka juga sempat merusak bangunan SMA Negeri 5 Medan.
ADVERTISEMENT
"Tapi ternyata ada dua laporan yang kita terima terkait aksi geng motor ini. Pertama dari pemilik warnet dan juga pihak sekolah SMA Negeri 5 Medan," ungkapnya.
Peristiwa ini bermula pada pukul 01.45 WIB. Tiba-tiba segerombolan remaja yang berkonvoi dengan kendaraan menyerang sebuah warnet bernama 'Merdeka', di Jalan Katamso, Medan.
"Mereka melempari warnet dengan batu. Sehingga pengunjung dan penjaga warnet langsung kabur bersembunyi," ujar Dony, pengelola warnet.
Beberapa warga sempat mencoba menghalangi aksi brutal gerombolan remaja itu, namun kalah jumlah.
"Ada seratusan kalau enggak salah. Tapi kita enggak tahu apakah geng motor atau bukan. Namun pakaian mereka, seperti orang yang mau melakukan sahur on the road, karena bawa sarung gitu," ujar Dony.
ADVERTISEMENT