kumparan
17 Desember 2019 14:04

Polisi Duga Pencuri di Bali Sengaja Bikin Jejak 'Tuyul'

Ilustrasi jejak kaki anak kecil
Ilustrasi jejak kaki anak kecil. Foto: Shutter Stock
Polisi terus mengusut kasus pencurian yang diduga meninggalkan jejak 'tuyul' di Badung, Bali. Polisi menduga jejak 'tuyul' yang ditinggalkan sengaja dibuat pelaku pencurian dengan tangan yang dikepal.
ADVERTISEMENT
"Kita belum bisa memastikan jejak anak kecil atau bukan. Tapi dari tim yang ke sana itu seperti bekas tangan, makanya kecil," kata Kapolsek Mengwi, AKP Gede Putra Astawa saat dihubungi wartawan, Selasa (17/12).
Astawa mengatakan, dugaan pelaku membuat jejak 'tuyul' dengan tangan yang dikepal itu berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi, kata Astawa, mencoba meniru dengan mengepalkan telapak tangan dan ditapakkan pada kap mobil yang berdebu. Hasilnya, mirip dengan jejak yang ditinggalkan pelaku.
"Itu dari tim percobaan Opsnal kita yang mengecek ke TKP. Setelah diamati ini kok mirip telapak tangan kalau mengepal itu, ujung-ujung bawahnya bagian telapak tangan itu jadi ditapakan mirip seperti itu. Kemungkinan (pakai tangan)".
ADVERTISEMENT
Dari dari analisa TKP tidak mengarah ke jejak itu adalah jejak kaki. Jarak langkah antarkaki tidak sama. Area garasi korban cukup luas untuk dijadikan tempat berjalan kaki.
Pelaku juga tidak mencuri semua uang korban. Menurut Astawa, biasanya pencuri akan membawa raib sampai habis hasil aksi pencuriannya.
"Ini masih kita dalami, karena tidak ada tanda-tanda kerusakan dari kehilangan uang itu. Uang yang ada pun tidak hilang semuanya. Biasanya, kalau (pencuri) ada uang diambil semua ngapain harus ada yang disisakan," ungkapnya.
Namun, Astawa belum bisa menduga pelaku adalah orang dekat. Polisi masih menyelidiki.
"Iya belum bisa kita pastikan, yang jelas itu masih lidik. Kita cocokkan dulu di TKP ada kemiripan apa tidak," tutup Astawa.
ADVERTISEMENT
Aksi pencurian dengan meninggalkan jejak kaki 'tuyul' di Desa Baha, Banjar Pengabetan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, itu menghebohkan warga Bali. Jejak kaki 'tuyul' tersebut baru diketahui oleh pemilik rumah, Ni Nyoman Rusmini (45), Minggu (15/12), sekitar pukul 06.30 WIB.
Saat itu, Rusmini baru bangun dari tidurnya. Dia lalu bersiap-siap pergi ke pasar untuk berbelanja. Saat di garasi dia melihat ada jejak kaki di mobilnya. Dia lalu mengecek uangnya. Rupanya, uang Rp 1,2 juta hilang di penanak nasi dan Rp 200 ribu di kamar Rusmini, raib.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan