News
·
21 September 2020 12:54

Polisi ke Bali, Minta Penjelasan ke Wanita yang Alami Pelecehan saat Rapid Test

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi ke Bali, Minta Penjelasan ke Wanita yang Alami Pelecehan saat Rapid Test (537588)
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan saat rilis pengungkapan sejumlah kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Polisi masih menyelidiki dugaan pelecehan seksual saat rapid test di Terminal 3 bandara Soekarno yang viral di media sosial. Saat ini Polres Metro Bandara Soekarno Hatta terbang ke Bali untuk menemui perempuan yang mengaku dilecehkan.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihak nanti akan meminta kejelasan mengenai kejadian dugaan pelecehan itu.
“Hari penyidik sudah janjian dengan pengadu untuk bisa ketemu di Bali. Jadi tim Polres Metro Bandara Soetta sudah ada di Bali untuk janjian dengan pengadu untuk dilakukan klarifikasi dan membuat laporan,” kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/9).
Yusri juga mengatakan, pihaknya juga sudah meminta rekaman CCTV untuk diperiksa. Selain itu, turut berkordinasi dengan pelaksana rapid test yakni, PT Kimia Farma.
“Polres Bandara Soetta telah bekerja sama dengan Airport Center yang ada di Bandara Soetta untuk meminta CCTV yang ada,” ujarnya.
“Juga sudah berkoordinasi dengan pelaksana rapid test dalam hal ini PT Kimia Farma yang kemarin PT Kimia Farma penanggung jawabnya telah melakukan klarifikasi karena kita pengin tahu dia (terduga) pelaku bekerja sebagai dokter atau petugas kesehatan,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Kasus ini bermula dari cerita seorang perempuan di akun Twitter @listongs. Ia mengatakan mendapat tawaran dari seseorang petugas rapid test di Bandara Soekarno Hatta untuk dapat mengakali hasil rapid tes diakali agar negatif.
Hasil tesnya diakali agar bisa terbang, dan dimintai uang jutaan rupiah. Korban sendiri mengaku sebelumnya dia pernah swab test dan hasilnya negatif.
Tapi ketika hendak pergi ke Nias, dia mencoba rapid test di Bandara Soekarno-Hatta. Tapi entah kenapa hasilnya reaktif, lalu muncul tawaran mengakali rapid test dengan biaya jutaan rupiah.
Tak hanya itu saja, oknum petugas medis yang melakukan rapid test itu bahkan mencium dan memegang tubuh korban.