News
·
18 September 2020 20:32

Polisi: Pembunuh Rinaldi, Djumadil Al Fajri Bekerja Sebagai Tukang Ojek

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi: Pembunuh Rinaldi, Djumadil Al Fajri Bekerja Sebagai Tukang Ojek (324626)
Proses rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi Rinaldi. Foto: Dok. Istimewa
Pandemi virus corona memang berdampak pada ekonomi. Banyak pekerjaan yang terdampak karena pandemi tak kunjung usai.
ADVERTISEMENT
Alasan ekonomi karena pandemi corona inilah yang mendorong Laeli Atik Supriyatin dan Djumadil Al Fajri nekat membunuh dan memutilasi Rinaldi Harley Wismanu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sehari-hari Djumadil bekerja sebagai tukang ojek. Ekonomi dia juga sangat terdampak akibat corona.
"Tersangka DAF yang kerjanya cuma awalnya tukang ojek, sampai terakhir mereka menganggur inilah yang jadi motif dalam, hal ini ekonomi," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (18/9).
Polisi: Pembunuh Rinaldi, Djumadil Al Fajri Bekerja Sebagai Tukang Ojek (324627)
Polda Metro Jaya menunjukkan tersangka pembunuhan dan mutilasi Rinaldi saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9). Foto: Dok. Istimewa
Kondisi ini berbeda dengan Laeli. Wanita ini merupakan seorang sarjana dari universitas ternama di Indonesia. Banyak yang menyebut Laeli merupakan lulusan Universitas Indonesia.
Laeli pernah berkuliah dan mengambil jurusan MIPA, ia juga pernah bekerja di salah satu perusahaan besar.
ADVERTISEMENT
"Selama kuliah anaknya pintar, dan pernah ikut olimpiade kimia. Dia juga sering mengajar mahasiswa dan mahasiswi di mantan kampusnya dan beberapa universitas yang lain, ini kesehariannya," tutur Yusri.
Tapi, Laeli keluar dari perusahaan besar tempat dia bekerja. Kondisi pandemi corona ini membuat perekonomiannya juga terpuruk.
Polisi: Pembunuh Rinaldi, Djumadil Al Fajri Bekerja Sebagai Tukang Ojek (324628)
Proses rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi Rinaldi. Foto: Dok. Istimewa
Akhirnya Laeli dan Djumadil sepakat mencari uang. Sayangnya, cara mereka sangat keji. Membunuh dan mutilasi Rinaldi, lalu menguras hartanya.
"Mereka menganggur inilah yang jadi motif, dalam hal ini ekonomi," ucap dia.
Rinaldi dibunuh dan dimutilasi di sebuah apartemen di Jakarta Pusat. Di sana pula, dia dimutilasi menjadi 11 bagian dan jenazahnya disimpan di Apartemen Kalibata City.
Hingga akhirnya polisi bergerak menyelidiki karena ada laporan orang hilang. Polisi menemukan jenazah Rinaldi di Apartemen Kalibata City. Setelah diselidiki akhirnya Laeli dan Djumadil ditangkap pada Rabu lalu di Depok.
ADVERTISEMENT