Polisi: Perampok Bank di Jaksel Terinspirasi dari Film

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah barang bukti di jumpa pers aksi percobaan perampokan di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/4). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah barang bukti di jumpa pers aksi percobaan perampokan di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/4). Foto: Dok. Istimewa

Polisi mengungkap upaya perampokan Bank BJB di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Pelakunya adalah seorang pegawai bank swasta berinisial BS (43). Saat beraksi, dia melengkapi diri dengan berbagai perlengkapan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pelaku melancarkan aksinya karena terinspirasi dari film.

"Dan ini sekali lagi dipengaruhi oleh film yang dia tonton. Bahwa karena mungkin selama ini pandemi, banyak WFH, kemudian banyak menonton tv, dia mempraktikkan ini," ujar Budhi dalam jumpa pers, Rabu (6/4).

kumparan post embed

Sebelum menjalankan aksinya, pelaku telah mensurvei beberapa bank di kawasan yang sama. Dia telah memetakan bank mana yang sepi pada saat tertentu.

Ilustrasi perdagangan manusia. Foto: Shutterstock

"Namun kemudian tersangka menentukan Bank Pembangunan Daerah ini karena melihat bank ini cukup sepi sehingga bisa tersangka ini menganggap leluasa untuk melakukan aksinya," terang Budhi.

Atas kejadian ini, Budhi mengimbau kepada para masyarakat agar tak mudah terpengaruh film. Selain itu perlu selektif dalam memilih film yang akan ditonton.

"Karena tidak semua filmnya itu bisa dipraktikkan dalam kehidupan nyata, ada kategori film yang harus masih dalam pengawasan oleh orang yang pemikiran yang lebih dewasa dari kita," tutupnya.

BS mencoba merampok Bank BJB Cilandak pada Selasa (5/4).

Polres Metro Jakarta Selatan gelar jumpa pers aksi percobaan perampokan di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/4). Foto: Dok. Istimewa

Dia membawa sepucuk senjata airsoft gun, pisau lipat, kabel tis, hingga alat kejut listrik.

Namun aksinya gagal berkat aksi heroik seorang petugas keamanan bank berinsial F. Dia mengetahui bahwa senjata yang dibawa pelaku hanyalah airsoft gun dan berhasil melumpuhkan BS.

Pelaku kemudian berhasil diamankan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 365 Juncto Pasal 53 KUHP serta UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara.