Polisi: Perampok Bank di Jaksel Terlilit Utang Rp 1,5 M

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polres Metro Jakarta Selatan gelar jumpa pers aksi percobaan perampokan di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/4). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polres Metro Jakarta Selatan gelar jumpa pers aksi percobaan perampokan di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/4). Foto: Dok. Istimewa

Aksi percobaan perampokan di salah satu bank swasta di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, berhasil digagalkan. Belakangan, tersangka berinisial BS (43) mengaku terlilit utang sehingga nekat merampok.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Ridwan Soplanit, menyebut utang tersangka mencapai Rp 1,5 miliar.

"Utang pokoknya Rp 1 M bunganya Rp 500 juta," kata Ridwan saat dikonfirmasi, Kamis (7/4).

kumparan post embed

"Dia bukan ke rentenir sih minjamnya. [Ada] kenalannya. Dia pernah kenal dengan orang itu," sambungnya.

Ridwan juga memastikan gaji tersangka setiap bulannya mencapai Rp 60 juta rupiah.

"Iya kurang lebih segitu [gajinya]," jelasnya.

Sejumlah barang bukti di jumpa pers aksi percobaan perampokan di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/4). Foto: Dok. Istimewa

Aksi percobaan perampokan ini terjadi pada Selasa (5/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam aksi tersebut pelaku membawa sepucuk pistol jenis airsoft gun.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pelaku berinisial BS (43). Dia menodongkan senjata miliknya itu ke arah orang-orang yang berada di dalam bank.

Namun salah satu petugas keamanan bank berinisial F enggan mengikuti perintah pelaku. Dia tetap berdiri menantang si pelaku. Belakangan diketahui senjata milik pelaku bukanlah senjata api.

"Tersangka kemudian marah dan menembakkan senjata yang dia bawa dan ternyata dari letusan maupun akibat yang ditimbulkan dari tembakan itu bukan senjata api," jelas Budhi.

Disaat yang bersamaan, ada patroli petugas kepolisian yang tengah melintas di daerah tersebut. Pelaku kemudian langsung diringkus berkat kerja sama dengan petugas keamanan bank.

Terinspirasi Film

Tersangka juga mengaku melancarkan aksinya karena terinspirasi dari film. "Dan ini sekali lagi dipengaruhi oleh film yang dia tonton. Bahwa karena mungkin selama ini pandemi, banyak WFH, kemudian banyak menonton tv, dia mempraktikkan ini," ujar Budi.

Sebelum menjalankan aksinya, pelaku telah mensurvei beberapa bank di kawasan yang sama. Dia telah memetakan bank mana yang sepi pada saat tertentu.

"Namun kemudian tersangka menentukan Bank Pembangunan Daerah ini karena melihat bank ini cukup sepi sehingga bisa tersangka ini menganggap leluasa untuk melakukan aksinya," terang Budhi.

Atas kejadian ini, Budhi mengimbau kepada para masyarakat agar tak mudah terpengaruh film. Selain itu perlu selektif dalam memilih film yang akan ditonton.